Ketua Komisi III: The Real Rakyat Dukung MBG, Bukan Orang Tiba-Tiba Nolak

Ia mengklaim rakyat yang ditemuinya justru mendukung program MBG ini terus dilanjutkan bukan dihentikan.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 15 Oktober 2025, 14:08 WIB
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku tak pernah menemukan konstituen atau masyarakat di daerah pemilihannya yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, masyarakat mendukung MBG terus dilanjutkan.

Hal tersebut disampaikan Habiburokhman dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Aliansi Mahasiswa Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2025).

"Saya kan Jakarta Timur nih teman-teman, daerah pemilihan saya Jaktim. Saya keliling setiap malam selama reses, ini kan waktu reses. Itu masyarakat soal MBG, sebagian besar 'Pak gimana?' bahkan enggak pernah saya menemui orang yang menolak MBG itu kan," ujar Habiburokhman dalam rapat.

Bahkan, kata dia, sejumlah masyarakat meminta program MBG untuk dimaksimalkan. Ia mengklaim rakyat yang ditemuinya justru mendukung program MBG ini terus dilanjutkan bukan dihentikan.

"Pak MBG Pak, di sini Pak, dimaksimalkan Pak, kapan realisasinya?' Karena ada beberapa titik yang memang belum terealisasi, 'kapan realisasinya?' yang sudah dapat gimana Mbg? lanjutkan? 'Wah lanjutkan Pak, itu sangat bermanfaat'," kata Habiburokhman.

"Itu rakyat, the real rakyat-rakyat beneran, bukan orang yang nggak ada kaitannya dengan masyarakat tiba-tiba seolah-olah mengetahui, wah MBG ditolak, dihentikan," tambahnya.

 

Lanjutkan

Oleh karena itu, Habiburokhman memastikan pemerintah akan mengikuti usulan rakyat untuk melanjutkan MBG.

"Kalau rakyat minta dilanjutkan karena memang merasa itu bermanfaat, ya kita mau gimana? Ya kan, tentu kita dukung dan terus kita ingin lakukan perbaikan. Nah perbaikan ini kan ikhtiar semua Pak, nggak mungkin dong pemerintah tidak menginginkan perbaikan program-program ini. Pasti semua program ada masalahnya, benar ngga?" ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya