Kekerasan terhadap Guru di Papua Diminta Tak Bisa Ditolerir: Lakukan Investigasi Menyeluruh

Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai, mengecam keras aksi kekerasan terhadap guru di Yahukimo, Papua Pegunungan, dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa ditolerir.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 15 Oktober 2025, 06:11 WIB
Wakil Ketua DPD RI Dapil Papua, Yorrys Raweyai. (Ist).

Liputan6.com, Jakarta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang seorang guru di Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu hingga tewas. Korban ditemukan dengan luka di sekujur tubuhnya.

Terkait hal ini, Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai mengatakan, hal ini tak bisa ditolerir dan harus diusut tuntas.

"Kejadian ini tidak bisa ditolerir. Siapapun pelakunya, kekerasan terhadap oknum tenaga pendidik tidak bisa diterima atas alasan apapun," kata dia, Rabu (15/10/2025).

Pria yang juga duduk sebagai Wakil Ketua DPD ini fenomena kekerasan terhadap tenaga pendidik di tanah Papua sudah terjadi berulang kali. Bahkan, bangunan sekolah juga menjadi sasaran.

Karena itu, dia meminta aparat keamanan untuk melakukan tindakan tegas dan investigasi secara menyeluruh terkait fenomena yang menimpa infrastruktur pendidikan di Papua. 

"Saya meminta seluruh pihak, khususnya aparat keamanan untuk melakukan tindakan tegas dan investigasi menyeluruh untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi tenaga pendidik dan bangunan sekolah di tanah Papua," jelas Yorrys.

Sementara, Sekretaris MPR for Papua, Filep Wamafma, mengatakan, kekerasan yang terus terjadi pada dunia pendidikan di Papua Pegunungan memerlukan respons komprehensif dari semua pihak.

"Kekerasan yang menimpa guru dan hancurnya bangunan sekolah ini sudah menyangkut masalah kemanusiaan. Bukan sekadar tentang perbedaan ideologi, tapi masa depan generasi Papua di masa yang akan datang," jelas dia.

Guru di Yahukimo Tewas Disiksa KKB

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang seorang guru di Holuwon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, hingga meninggal dunia. Korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.

"Melani Wamea yang berprofesi sebagai guru, pada Jumat ini meninggal akibat luka setelah dianiaya KKB," kata Kapolres Yahukimo, AKBP Zeth Zalino, Jumat (10/10/2025).

Zeth menjelaskan, kabar penyerangan Melani Wamea diperoleh saksi dari salah satu murid korban. Murid tersebut melihat ada dua orang membawa senjata tajam berupa parang.

Setelah mendapat laporan, saksi langsung turun mengecek dan mendengar suara merintih Melani Wamea yang sudah bersimbah darah.

"Saksi kemudian mencari bantuan untuk mengevakuasi korban, tiga orang guru dan pekerja bangunan menggunakan dua pesawat milik MAF ke Wamena dan dalam perjalanan itu korban Melani meninggal," kata Zeth, dilansir Antara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya