Di Balik Performa Impresif Real Madrid, Ada Satu Nama yang Belum Tunjukkan Performa Terbaik

Gelandang asal Uruguay itu belum menemukan ritme permainannya sejak awal musim, dan kini bertekad untuk membalikkan keadaan.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 14 Oktober 2025, 22:41 WIB
Selebrasi Federico Valverde dari Real Madrid setelah mencetak gol ke gawang Pachuca dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Pachuca di Charlotte, North Carolina, Minggu, 22 Juni 2025. (AP Photo/Chris Carlson)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid tengah menikmati awal musim yang menjanjikan di bawah kendali pelatih baru, Xabi Alonso. Sentuhan taktis pria asal Spanyol itu membawa semangat dan identitas baru dalam permainan Los Blancos, yang kini memimpin klasemen sementara di atas Barcelona.

Di balik performa impresif tim, ada satu nama yang belum menunjukkan performa terbaiknya: Federico Valverde. Gelandang asal Uruguay itu belum menemukan ritme permainannya sejak awal musim, dan kini bertekad untuk membalikkan keadaan.

Menurut laporan MARCA, Valverde menyadari penampilannya belum maksimal. Ia bahkan memilih tetap berlatih di Valdebebas selama jeda internasional demi mempersiapkan diri menghadapi fase penting bersama Real Madrid.


Fokus Baru Valverde

Gol pembuka Real Madrid dicetak oleh Fede Valverde (59') dari jarak dekat. (AP Photo/Darko Bandic)

Keputusan Valverde untuk tidak mengambil waktu istirahat selama jeda internasional menunjukkan keseriusannya. Ia ambil bagian dalam laga uji coba antara tim utama Real Madrid melawan Real Madrid Castilla, bersama beberapa nama seperti Jude Bellingham dan Joan Martinez.

Dengan tetap tinggal di Madrid, Valverde ingin memastikan dirinya siap ketika Real Madrid menghadapi Getafe di La Liga akhir pekan ini. Laga tersebut diyakini menjadi momentum bagi pemain berusia 27 tahun itu untuk memulai kebangkitan.

Menariknya, posisi bermain Valverde dalam laga nanti masih menjadi tanda tanya. Absennya beberapa pemain belakang seperti Dean Huijsen membuat Xabi Alonso kekurangan opsi di lini pertahanan. Situasi itu bisa memaksa sang pelatih menurunkan Valverde sebagai bek kanan, sementara duet Eder Militao dan Raul Asencio mengisi jantung pertahanan.


Antara Tanggung Jawab dan Kenyamanan di Madrid

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berbicara dengan para pemainnya dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al Hilal di Miami Gardens, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Meski dikenal sebagai pemain serbabisa, Valverde tak menutupi bahwa ia kurang nyaman bermain di posisi bek kanan. Dalam wawancara beberapa waktu lalu, ia pernah mengakui hal tersebut secara jujur. Ia tidak terlalu menikmati bermain sebagai bek kanan. Ia lebih suka bermain di lini tengah.

Pengakuan itu memperlihatkan dilema bagi Alonso — antara kebutuhan tim dan preferensi pemainnya sendiri. Jika Valverde benar-benar diturunkan di posisi bek kanan, publik akan menantikan bagaimana ia menanggapi tantangan tersebut dengan profesionalisme yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Apa pun keputusan Alonso nanti, satu hal pasti: Valverde bertekad untuk membalikkan situasi. Ia tahu, kesempatan untuk bangkit bisa datang kapan saja, bahkan dari posisi yang tidak ia sukai. Bagi Real Madrid, semangat juang seperti itulah yang dibutuhkan untuk menjaga langkah menuju gelar juara musim ini.

Sumber: MARCA, Madrid Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya