Kronologi Kepsek SMAN 1 Cimarga Tampar Siswa yang Ketahuan Merokok: Sempat Berkata Kasar dan Kejar Muridnya

Dinas Pendidikan Banten telah turun tangan untuk mengklarifikasi seluruh pihak, sambil menegaskan pentingnya menjaga proses belajar agar tetap berjalan tanpa ada yang dikorbankan.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 14 Oktober 2025, 15:25 WIB
Foto Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga. (Sumber foto: laman SMAN 1 Cimarga).

Liputan6.com, Banten Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, DP, jadi ramai diperbincangkan di dunia maya buntut insiden penamparan salah satu murid berinisial ILP (17), lantaran ketahuan merokok.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Banten, Luqman mengatakan, ILP ketahuan merokok di kantin belakang oleh Kepsek SMAN 1 Cimarga. Bahkan, yang bersangkutan sempat menegurnya dengan Bahasa kasar.

"Ngerokok di (kantin) belakang, ketahuan kepala sekolah, dan kepala sekolah mengingatkan dengan bahasa 'goblok' yang mungkin biasa di sana,'kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (14/10/2025).

Karena ketahuan merokok, lanjut Luqman, ILP sempat kabur dan dikejar oleh Kepsek SMAN 1 Cimarga.

Saat ditangkap, Kepsek pun sempat menanyai ILP alasannya merokok. Namun, karena kesal dia pun memukul pipi siswa tersebut.

"Tapi ada mengeplak, enggak tahu kencang atau enggak, saya enggak tahu. (Itu) pengakuan dari kepala sekolah," jelas Luqman.

Di sisi lain, agar masalah ini cepat selesai, pihaknya telah meminta Kepala Cabang Dinas Lebak untuk datang ke SMAN 1 Cihara, dan menanyai kepsek, guru, dan para murid.

Luqman juga berharap, aktivitas sekolah harus berjalan Kembali, dan murid tak boleh mogok belajar.

"Kita klasifikasikan, jangan sampai jadi korban dan ada yang dikorbankan. Akan kita gali dari guru, wali sekolah, komite dan lain-lain. Karena guru juga terbelah. Ada yang senang dan tidak senang," jelas dia.

 

Sudah Diberi Tahu Batasan dalam Menghukum Siswa

Luqman juga menjelaskan, baik kepala sekolah maupun guru, sudah diberi tahu batasan yang boleh dan tidak dilakukan saat menghukum para murid.

Sementara, terkait nasib Kepsek SMAN 1 Cihara, pihaknya masih belum memutuskan secara resmi untuk dinonaktifkan.

Pihaknya masih melakukan pendalaman, dan nanti hasilnya akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Disanalah, jelas Luqman, yang akan menentukan nasib Kepsek SMAN 1 Cihara.

"Kita tunggu dari BKD, tugas kita BAP awal, setelah itu diserahkan oleh BKD menentukan tentang statusnya, dikembalikan jadi guru atau tetap kepala sekolah," kata dia.

Terancam Dinonaktifkan Gubernur

Sebelumnya, disebut-sebut, penamparan itu dilakukan Kepsek karena muridnya tersebut ketahuan merokok pada Jumat (10/10/2025). Buntut peristiwa kekerasan itu, Gubernur Banten, Andra Soni, berencana menonaktifkan kepala sekolah.

"(Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga) akan segera di non aktifkan," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, Selasa, (14/10/2025).

Video dugaan kekerasan itu pun beredar luas di berbagai platform media sosial (medsos). Tak hanya ditampar, ILP kabarnya juga ditendang di salah satu bagian tubuhnya.

Tidak terima anaknya di tempeleng dan ditendang, orangtua murid kemudian membuat laporan ke Polres Lebak dengan harapan kepala sekolah diproses hukum.

Kasus ini kian memanas. Sebagai bentuk solidaritas, sekitar ratusan murid mogok belajar pada Senin (13/10/2015) kemarin. Akibatnya 19 ruang kelas kosong

Di depan pintu gerbang, terbentang spanduk yang diduga ditulis para murid "Kami Tidak Akan Sekolah, Sebelum Kepsek Dilengserkan," tulisnya.

Ibunda Korban Melaporkan ke Polisi

Setelah mendapat kabar anaknya mendapat kekerasan di sekolah, ibunda korban langsung membuat laporan ke polisi. Dia tidak terima kepala sekolah melakukan kekerasan terhadap anaknya yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

"Saya enggak puas, enggak ridho sampai anak saya ditampar, saya pingin ke jalur hukum pokoknya," kata ibunda pelajar tersebut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya