Menteri PU Bakal Beri Pelatihan Konstruksi Gratis bagi Santri: Ini Bukan Eksploitasi

Menteri Dody Hanggodo menegaskan, langkah ini bukan bentuk eksploitasi, melainkan pemberdayaan yang menjaga semangat gotong royong pesantren sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan keagamaan.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 14 Oktober 2025, 14:10 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (5/10/2025) siang (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bakal mendukung para santri untuk memiliki keahlian sebagai tenaga konstruksi. Hal tersebut disampaikan menyusul ramainya di media sosial soal para santri di Pondok Pesantren Al Khoziny yang ikut ngecor bangunan.

"Kami justru ingin memperkuatnya dengan pengetahuan dan itu Insyaallah, PU akan melatih dan mensertifikasi para santri sebagai tenaga kerja konstruksi. Itu for free," kata Dody saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama terkait Sinergi Dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Pesantren di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Dia berharap, dengan memfasilitasi hal tersebut, budaya gotong royong santri tidak hilang dan mereka dapat membangun pesantrennya sendiri. 

"Kami benar-benar tidak ingin semangat budaya itu hilang. Kami sangat-sangat berharap agar semangat gotong royong ini berubah menjadi keahlian yang diakui. Mereka para santri bisa membangun pesantrennya sendiri dengan standar yang benar dan dengan rasa bangga," harap Dody.

Dody menegaskan, pelatihan tersertifikasi bukan bentuk dari upaya melakukan eksploitasi para santri. Sebaliknya, jika mereka memiliki keahlian di bidang konstruksi maka dapat membantu membangun pondok pesantren yang kerap memiliki keterbatasan dana.

"Bukan menjadi eksploitasi, karena memang dari dulu pesantren dari dulu sekali sifatnya sudah gotong royong. Kemudian tidak semua pesantren ya memang punya kemampuan finansial sangat-sangat kuat," ungkap dia.

"Melalui proses perizinan yang baik dan benar dan bahwa setiap ruang belajar memenuhi standar kelayakan minimum sebagai santri," kata Dody.

   

Tiga Perintah Prabowo untuk Bantu Perbaikan Ponpes Al Khoziny

Sebelumnya, Menko Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan tiga perintah Presiden Prabowo Subianto menyikapi insiden ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny.

Perhatian Presiden terhadap Ponpes Al Khoziny itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia.

Cak Imin, sapaan Muhaimin ini menyebut perintah pertama adalah pemerintah harus membantu menangani dan membuat perencanaan Al Khoziny ke depan. Menurut dia, keselamatan dan kenyamanan santri dalam menempuh ponpes harus diutamakan.

"Beliau memberikan arahan dan perintah agar pemerintah hadir menangani, mengatasi, membuat perencanaan penanganan masa depan sehingga peristiwa yang tragis itu tidak terulang kembali," kata Cak Imin saat menandatangani kesepakatan tersebut di kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Cak Imin memastikan, salah satu upaya Presiden Prabowo adalah mendorong pemerintah membantu proses audit, pengawasan, dan renovasi. Tujuannya terjadi keberlanjutan pembangunan pesantren yang rawan longsor, rawan roboh dan berbagai kerawanan-kerawanan yang lainnya.

Hubungan Historis Prabowo dan Pesantren

Perintah Prabowo kedua adalah pemerintah harus memberikan jalan keluar yang cepat dan tepat bagi setiap masalah yang dihadapi masyarakat.

“Yang ketiga tentu saja, karena Presiden memiliki hubungan historis yang sangat kuat dengan pesantren sebagai lembaga pendidikan, sejak awal selalu menjadikan pesantren sebagai tempat untuk melakukan perjalanan awal, start menuju perjuangan-perjuangan langkah berikutnya,” tutur Cak Imin.

Berdasarkan semangat tersebut, Cak Imin meyakini komitmen Presiden Prabowo Subianto menilai pesantren harus menjadi prioritas karena adanya sejarah panjang antara Presiden Prabowo dan pesantren.

"Karena memang hubungan yang khusus itu, sehingga perjalanan perjuangan beliau senantiasa dalam lindungan restu dan doa para kiai dan ulama. Tentu inilah yang kemudian membuat komitmen beliau secara pribadi dan sebagai kepala negara memerintahkan kepada kita semua jajaran pemerintahan untuk mendorong agar peristiwa serupa yang mengharubirukan, tragedi, musibah, bencana alam tidak pernah sebesar ini jumlahnya," tutup Cak Imin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya