Wonderkid Meksiko Jadi Rebutan Barcelona dan Real Madrid

Gelandang muda berbakat asal Meksiko, Gilberto Mora, dikabarkan tengah menjadi incaran dua raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid.

oleh Juventus FiladelfiaDiterbitkan 15 Oktober 2025, 06:00 WIB
Pemain Meksiko Gilberto Mora. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan abadi antara Real Madrid dan Barcelona kembali memanas, kali ini bukan di atas lapangan, melainkan di meja transfer. Kedua klub raksasa Spanyol tersebut dilaporkan tengah bersaing untuk mendapatkan tanda tangan Gilberto Mora, gelandang muda berbakat asal Meksiko.

Menurut laporan ESPN, Barcelona telah memantau perkembangan Mora dalam beberapa bulan terakhir. Gelandang serang berusia 18 tahun yang berasal dari Tijuana itu memiliki potensi besar serta karakteristik permainan yang dinilai sangat menjanjikan oleh tim

Sementara itu, Real Madrid juga menunjukkan ketertarikan serupa. Sumber internal yang dikutip ESPN menyebutkan bahwa pihak klub masih menilai terlalu dini untuk memastikan apakah Mora mampu berkembang menjadi pemain kelas dunia yang sesuai dengan standar tinggi di Santiago Bernabéu.

Menurut laporan dari Meksiko, menyebutkan bahwa klub Tijuana memasang harga sekitar 17,2 juta euro (sekitar Rp 331,1 miliar) untuk melepas sang pemain.


Real Madrid Bergerak Cepat

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Osasuna pada laga pekan perdana La Liga di Stadion di Santiago Bernabeu, Rabu (20/8/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Los Blancos dikabarkan tengah menyusun strategi untuk mengamankan tanda tangan Gilberto Mora melalui perjanjian pra-kontrak yang akan berlaku ketika sang pemain genap berusia 18 tahun. Langkah tersebut dilakukan sesuai dengan aturan FIFA mengenai transfer internasional pemain di bawah umur.

Strategi ini disebut mirip dengan cara Madrid saat mendatangkan Endrick dari Palmeiras beberapa waktu lalu. Di sisi lain, Los Blancos tampaknya tidak terlalu khawatir dengan persaingan dari klub lain, karena peluang mereka dinilai lebih besar untuk mendapatkan jasa Mora.

Sang pemain sendiri diyakini memiliki ketertarikan pribadi terhadap klub ibu kota Spanyol tersebut. Kepala akademi muda Tijuana, Ignacio Ruvalcaba, bahkan mengungkapkan bahwa Mora telah lama bermimpi untuk bisa bermain bagi Real Madrid.


Barcelona Tak Ingin Kalah

Timnas Jerman di tangan Hansi Flick bisa dibilang gagal total saat Piala Dunia 2022. Skuad berjuluk Der Panzer itu tak mampu melaju ke fase gugur setelah finis di peringkat ketiga klasemen Grup E. Flick sendiri diketahui merupakan salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di perhelatan akbar empat tahunan ini. Ia tercatat mendapatkan upah 5 juta pound sterling atau Rp94 miliar per tahun sebagai pelatih Timnas Jerman. (AFP/Ina Fassbender)

Disisi lain Barcelona juga tak ingin kalah dengan rival abadinya Real Madrid. Barcelona juga terpikat dengan penampilan impresif Mora yang baru berusia 16 tahun.

Pemain muda milik Tijuana itu mencuri perhatian lewat performa gemilang di ajang Piala Dunia U-20, dengan catatan tiga gol dan dua assist dalam lima pertandingan. Statistik tersebut membuat namanya kian diperhitungkan di kancah sepak bola internasional.

Ketertarikan Barcelona terhadap Gilberto Mora bukanlah hal baru. Klub asal Catalunya itu telah memantau sang pemain sejak tahun lalu. Bahkan saat berusia 15 tahun, Mora sempat mendapat tawaran trial di La Masia, namun ia memilih bertahan di Tijuana dan kini menjadi starter reguler di tim utama.


Alasan Mora Dilirik Raksasa La Liga

Pemain Meksiko Gilberto Mora. (AFP)

Pemain muda itu mencatat sejarah pada Agustus 2024 ketika menjalani debut bersama Club Tijuana, sekaligus menjadi pemain termuda ketiga yang tampil di kasta tertinggi sepak bola Meksiko. Tidak butuh waktu lama, Mora kembali menorehkan namanya dalam buku rekor sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga MX.

Performa impresifnya berlanjut di level internasional. Dalam ajang Piala Dunia U-20, gelandang serang berusia 18 tahun itu tampil gemilang dengan kontribusi tiga gol dan dua assist hanya dalam lima pertandingan.

Di Tijuana, Mora iberperan penting sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan, menjalankan tugas layaknya seorang maestro muda yang mengatur ritme permainan tim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya