Liputan6.com, Jakarta - Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri siap berlaga di Denmark Open 2025. Turnamen level BWF Super 750 yang menawarkan hadiah US$ 950.000 atau sekitar Rp 15,7 miliar ini berlangsung di Jyske Bank Arena, 14-19 Oktober.
Fajar/Fikri memanfaatkan waktu persiapan kurang lebih dua pekan guna merapikan pola permainan serta menambah tenaga yang menjadi evaluasi dari China Masters dan Korea Open. Di dua turnamen tersebut, pasangan ini menembus semfinal dan final.
Advertisement
"Untuk saya pribadi, kondisi dan persiapan di latihan cukup baik. Kami memaksimalkan waktu yang ada dengan melatih lagi fokus di lapangan, menambah power, dan bagaimana menerapkan pola dengan lebih rapi," kata Fikri dalam rilis PBSI, Senin (13/10).
"Persiapan kami sudah cukup untuk beraksi di sini. Yang berbeda dari dua tur Asia kemarin paling lebih ke adaptasi cuaca yang sudah mulai dingin," timpal Fajar.
Mengenai potensi bertemu pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae di semifinal Denmark Open, Fajar/Fikri menolak untuk langsung berfokus ke sana. Juara China Open 2025 ini memilih untuk fokus satu pertandingan demi satu pertandingan.
"Di turnamen ini semua yang ikut mempunyai kualitas dan level yang merata jadi lawan kami bukan hanya Kim/Seo. Kami mau fokus ke pertandingan babak pertama dulu, kami harus waspada sejak awal," ucap Fajar.
"Ini akan menjadi turnamen ke lima bareng Fikri, semoga kami bisa konsisten dan lebih baik hasilnya dari sebelum-sebelumnya," harap Fajar.
Harapan yang sama digaungkan sang pelatih Antonius Budi Ariantho. Anton ingin Fajar/Fikri terus menunjukkan perkembangan yang positif.
"Semoga Fajar/Fikri bisa terus semakin membaik hasilnya. Paling tidak konsisten hingga babak akhir atau bahkan bisa sampai juara," kata Anton.
Leo/Bagas dan Rian/Rahmat
Sementara untuk dua pasangan lainnya, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan debutan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, ini yang ingin dilihat Anton.
"Untuk Leo/Bagas, saya ingin lihat mereka coba bangkit lagi, kembali ke level yang sebenarnya ketika bisa juara di Korea Open tahun lalu dan runner up All England tahun ini. Saya juga sudah diskusi dan memberikan latihan ekstra bagaimana di poin-pon akhir untuk tidak banyak melakukan error, hal yang terjadi dengan mereka di beberapa turnamen belakangan," ujar Anton.