Liputan6.com, Jakarta - Fattah akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya. “Sissy! Aku cinta kamu! Aku nggak bisa terus mencintaimu diam-diam. Berdiri di sampingmu aja udah nggak cukup lagi. Jadilah milikku!”
Zara menatap Fattah, lalu mengangkat kedua tangannya, menyentuh wajahnya dengan lembut.
Advertisement
Sementara itu, Aqeela terlihat gelisah. Ia mondar-mandir di teras kafe, pikirannya dipenuhi pertanyaan—apa sebenarnya hubungan Harry dengan si misterius 'Unknown'? Dari sudut, Slay Queen memperhatikan gerak-geriknya.
Yoona penasaran dan mendekat. “Qeel! Lo kenapa sih? Dari tadi bolak-balik kayak setrikaan!” Victoria juga ikut nimbrung, menambahkan energi. Dengan semangat, ia berseru ke semua orang, “Hari ini semua tagihan gue kasih ke Aqeela!” Sontak semua bersorak gembira.
Di tempat lain, sebuah motor melaju kencang menembus malam. Pengendaranya, Blade, dengan topeng khas yang menutupi wajahnya, membisikkan tekad dalam hati. “Fattah Fernandez… malam ini lo bakal kalah!”
Rama Tegang
Di sisi lain, Fattah melangkah masuk ke arena latihan. Dari arah berlawanan, muncul Rama dengan ekspresi tegang. Ia menghadang Fattah. “Fattah! Lo serius mau lawan Blade? Gue udah bilang, dia itu—”
Namun Fattah menghentikan langkahnya dan menatap Rama dengan dingin. “Gue nggak peduli. Gue cuma mau ngalahin dia!”
Di tempat berbeda, Aqeela mengambil ponsel dari saku. Matanya langsung terpaku saat nama “Harry” muncul di layar.
Harry menelepon. “Kamu di mana, Aqeela? Aku jemput, ya?” Aqeela tersenyum kecil. “Ayo, Captain! Aku tunggu.”
Setelah telepon ditutup, Aqeela masih menatap layar ponselnya lama. Dalam hati ia berkata pelan, “Oke… ini saatnya. Gue harus tanya langsung ke Harry soal ‘Unknown’...”