Hadiri KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Dinilai Pemimpin yang Diperhitungkan Dunia

Menurutnya, sejak awal memimpin Prabowo sudah menyampaikan sikap untuk memperjuangkan dan membantu kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 13 Oktober 2025, 15:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyebut, kehadiran Presiden Prabowo Subianto di KTT terkait perdamaian di Gaza, Palestina, karena Indonesia sangat diperhitungkan dalam penyelesaian konflik internasional.

"Beliau menjadi salah satu pemimpin dunia terutama di kawasan Asia yang diperhitungkan untuk ikut berkontribusi secara positif di dalam penyelesaian di Gaza, termasuk mengakhiri peperangan yang ada," kata Eddy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, sejak awal memimpin Prabowo sudah menyampaikan sikap untuk memperjuangkan dan membantu kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

"Dan ini sejak satu tahun Bapak Presiden memimpin Indonesia itu yang sudah dikumandangkan oleh beliau," katanya.

"Kita bisa menjadi salah satu negara yang sesuai dengan konstitusi kita, menciptakan perdamaian di dunia ini," sambungnya.

 

Apresiasi

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal memberikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza yang digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025).

Namun, Syamsu Rizal meminta agar Presiden Prabowo memanfaatkan momentum diplomasi internasional tersebut untuk menyuarakan gencatan senjata permanen di Jalur Gaza.

“Kehadiran Presiden Prabowo di KTT Perdamaian Gaza adalah langkah penting dalam memperkuat peran Indonesia di kancah internasional. Namun, lebih dari itu, Presiden harus tegas menyerukan gencatan senjata permanen dan mendesak Israel untuk mematuhi seluruh perjanjian damai yang telah disepakati dengan Hamas,” ujar Syamsu Rizal dalam keteranganya, Senin (13/10/2025).

Syamsu Rizal menilai, upaya perdamaian tidak akan berarti jika kekerasan masih terus terjadi dan Israel tetap melakukan serangan ke wilayah Gaza.

“Tidak boleh ada lagi penyerangan ke Gaza. Dunia harus bersatu menolak kekerasan yang menimbulkan korban sipil, terutama perempuan dan anak-anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syamsu Rizal mendorong agar Presiden Prabowo menggunakan forum internasional tersebut untuk menyuarakan kembali dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina sebagai solusi jangka panjang bagi perdamaian di Timur Tengah.

“Indonesia sejak awal berdiri konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Karena itu, suara Presiden Prabowo di forum dunia sangat penting untuk memastikan bahwa kemerdekaan Palestina adalah jalan menuju perdamaian abadi,” tambahnya.

 

Tanggung Jawab Moral

Syamsu Rizal juga mengingatkan bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memberi tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan di Palestina.

“Memperjuangkan melalui jalur diplomasi dan solidaritas global,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya