Netanyahu: Operasi Militer di Gaza Belum Berakhir Meski Ada Gencatan Senjata

Netanyahu menegaskan bahwa Israel masih menghadapi tantangan keamanan yang sangat besar di masa depan.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 13 Oktober 2025, 13:23 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu saat memberikan pidato di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS) pada Rabu (24/7/2024). (Dok. AP Photo/Julia Nikhinson)

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (12/10/2025) menegaskan operasi militer Israel "belum berakhir," menjelang dimulainya tahap kedua kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang mencakup pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Netanyahu memuji rencana pembebasan 20 sandera yang masih hidup sebagai "peristiwa bersejarah."

"Di mana pun kami berperang, kami menang," kata dia.

"Namun, operasi ini belum berakhir," dikutip dari laman Antara News, Senin (13/10).

Netanyahu mengatakan Israel masih menghadapi "tantangan keamanan yang sangat besar" di masa depan.

"Beberapa musuh kami mencoba untuk berkumpul kembali," ujarnya memperingatkan, seraya bertekad memastikan keamanan Israel.

Sebelumnya pada hari itu, kepala militer Israel Eyal Zamir mengatakan negaranya telah meraih "kemenangan atas Hamas."

Dalam sebuah pernyataan, Zamir mengatakan kemenangan itu diperoleh melalui kombinasi tekanan militer yang berkelanjutan dan upaya diplomatik.

Zamir menambahkan Israel masih "berada dalam perang multifront," dan akan terus berupaya menciptakan kondisi keamanan yang memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel, seraya membentuk strategi pertahanan jangka panjang di kawasan.

Gencatan senjata Israel–Hamas mulai berlaku pada Jumat (10/10), setelah lebih dari dua tahun agresi militer Israel menghancurkan Jalur Gaza, menewaskan puluhan ribu warga Palestina, dan memperparah kelaparan di wilayah kantong itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya