ABK Asal Batang Tewas dalam Insiden Kapal Meledak di Samudera Hindia, 7 Orang Luka Berat

Seorang ABK KM Anugerah Indah 18, Kasudi (47) warga Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meninggal dunia akibat insiden ledakan kapal di Samudera Hindia.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 12 Oktober 2025, 07:42 WIB
Korban meninggal kapal meledak di Perairan Samudera Hindia. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang anak buah kapal (ABK) pria bernama Kasudi (47), warga Desa Ujungnegoro Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menjadi korban meninggal akibat insiden meledaknya KM Anugerah Indah 18.

Kapal pencari ikan yang membawa 25 ABK tersebut mengalami ledakan dan terbakar di Samudera Hindia pada Rabu (8/10/2025) dan berhasil dievakuasi seluruhnya ke Perairan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (11/10/2025).

"Jumlah korban 25 orang terdiri dari satu orang meninggal dunia, tujuh orang luka berat dan 17 orang lainnya sehat," kata Komandan Pos TNI AL Muncar, Lettu Laut (P) Marjun Susanto Minggu (12/10/2025).

Jenazah korban meninggal, Kasuadi dan luka berat yaitu atas nama Wawan, Misbahul, Riki, Jamal, Anto, Sumanto, dan Zeni yang belum dirinci identitasnya, saat ini berada di RSUD Blambangan.

Mereka dievakuasi ke RSUD Blambangan menggunakan empat mobil ambulans dan saat ini para korban luka berat mendapatkan penanganan intensif dari tenaga medis.

 

Alami Gangguan Mesin

Para ABK KM Anugerah Indah 18 dievaluasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. (Dok. Istimewa)

Marjun menambahkan, berdasarkan keterangan kapten kapal, Kaeran (57) kepada petugas, peristiwa ledakan kapal bermula saat kapal mengalami gangguan mesin yang kemudian dilakukan perbaikan, pembongkaran dan pembersihan oleh kepala kamar mesin dan anggota.

"Kapal selesai perbaikan, namun timbul asap. Kapal trouble lagi dan kapal sempat meledak di area ruang mesin," tutur Marjun.

Kapten mapal dan ABK kemudian berupaya melakukan evakuasi korban dan pertolongan pertama, akibat terkena ledakan yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut.

Keesokan paginya pada Kamis sekitar pukul 08.00 WIB, kapal mendapat pertolongan dari KM Viktori Makmur, dan selanjutnya semua ABK KM Anugrah Indah 18 dievakuasi berangkat dari perairan selatan Lombok NTB menuju Pelabuhan UPT PPP Muncar.

 

Nahkoda & ABK Selamat Dibawa ke Polairud Banyuwangi

"Kondisi kapal waktu ditinggalkan badan buritan sudah tenggelam," ungkapnya.

Kini, nakhoda dan 16 ABK yang selamat diangkut menggunakan bis menuju Polairud Banyuwangi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terkait insiden tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya