Liputan6.com, Jakarta - Sekretariat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggandeng OJK dan Komisi XI berdialog terkait Literasi Keuangan: Mitigasi Pinjaman Online Ilegal, Generasi Bijak untuk Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan mengatakan, dialog digelar merupakan bagian dari upaya bersama mendorong literasi keuangan generasi muda dan melawan maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal yang terus mengancam masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.
Advertisement
“HMI sebagai organisasi kader siap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan pentingnya literasi keuangan di kalangan generasi muda,” ujar Bagas seperti dikutip dari keterangan diterima, Jumat (10/10/2025).
Bagas menyadari, literasi keuangan adalah kunci untuk menuju Indonesia Emas 2045. Sebab, generasi muda harus bijak secara finansial.
“Oleh karena itu, PB HMI siap bersinergi sebagai mitra strategis OJK dalam mengedukasi masyarakat,” tegas Bagas.
Merespons hal itu, Ketua Sekretariat Satgas PASTI OJK, Hudiyanto menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen lembaganya dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke pelosok negeri.
Senada, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro juga mendukung langkah kolaboratif sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan dan perlindungan konsumen di sektor keuangan.
Duta Literasi Mitigasi Pinjaman Online Ilegal
Sebagai informasi, hasil dari dialog adalah penunjukan PB HMI sebagai Duta Literasi Mitigasi Pinjaman Online Ilegal melalui Bidang Ekonomi Pembangunan, yang akan bermitra langsung dengan OJK.
Program ini akan menyasar mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum sebagai target utama dalam menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri pinjol ilegal, cara menghindarinya, serta upaya pelaporan dan penindakan.
Kegiatan sosialisasi ini dijadwalkan dimulai pada triwulan pertama tahun 2026, dengan pelatihan khusus bagi kader-kader HMI di tingkat cabang dan komisariat yang akan bertindak sebagai agen literasi keuangan di daerahnya masing-masing.
“Melalui gerakan nasional ini, menegaskan langkah ini sebagai ikhtiar untuk membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga bijak dan tangguh dalam menghadapi tantangan keuangan digital menuju visi besar Indonesia Emas 2045,” imbuh Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI, Ibnu Tokan.
Diketahui, diskusi digelar antara PB HMI, Otoritas Jasa Keuangan dan Komisi XI DPR RI di Sekretariat PB HMI Jakarta, Kamis 9 Oktober 2025.