Terapis Tewas Diduga Anak di Bawah Umur, Polisi Usut Proses Rekrutmen Pekerja Spa di Pasar Minggu

Kini, polisi mendalami proses rekrutmen terapis spa tempat korban bekerja, yang terindikasi menabrak aturan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 10 Oktober 2025, 19:33 WIB
Seorang wanita tanpa idenitas ditemukan tewas di lahan kosong belakang sebuah gedung di Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025). (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta- Penyelidikan kasus tewasnya seorang terapis di Jakarta Selatan (Jaksel), masih terus bergulir. Kini, polisi mendalami proses rekrutmen terapis spa tempat korban bekerja, yang terindikasi menabrak aturan.

Korban yang diketahui bernama Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam, baru sebulan bekerja di spa kawasan Pejaten. Dia ditemukan tak bernyawa di belakang Gedung TIKI, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jaksel, beberapa waktu lalu.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menerangkan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada manager spa dan perekrut untuk dimintai keterangan. Dari dua orang yang dipanggil, hanya satu yang hadir penuhi panggilan. Sementara, pihak perekrut meminta ditunda hingga pekan depan.

"Manajer sudah dipanggil. Kita panggil yang rekrutmennya dulu, harusnya kemarin Kamis, minta mundur minggu depan," kata Ardian kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

Dia menyebut, pemanggilan pihak perekrut sekaligus untuk mengetahui bagaimana proses rekrutmen para terapis. Dia tak menepis, adanya informasi dari pihak keluarga bahwa korban diduga masih berusia 14 tahun.

"Nah infonya begitu, itu masih keterangan keluarga. kita juga masih menunggu dari Dukcapil," ucap dia.

Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Sementara itu, polisi masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban. Apakah, korban melompat atau terjatuh, itu belum dapat diketahui secara pasti.

"Kita dalami, sambil menunggu hasil autopsi rumah sakit. Kalau dugaan kita sementara, dari awal kemarin antara lompat atau jatuh," ujar dia.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan beberapa fakta yang terlihat dari CCTV di dalam mess. Terlihat korban bolak-balik ke kamar mandi seorang diri, bahkan sempat menatap ke arah kamera.

"Dia berusaha untuk menghindari pantauan CCTV karena pada sebelum kejadian ada dia bolak-balik kamar mandi sendirian. Pas di kamar mandi, dia ada melihat ke CCTV, ke arah CCTV. Berarti kan dia bagaimana berusaha menghindari CCTV itu. Berarti kan memang inisiatif," ucap dia.

Dia menambahkan, rekaman CCTV tidak memperlihatkan ada orang lain yang mengejar atau mengikuti korban sebelum kejadian.

“Nggak ada, yang ketangkap di CCTV sendiri," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya