Ngotot Pakai 3 Bek di Manchester United, Ruben Amorim Sampai Jadi Bahan Ejekan di Mauritus

Tidak henti-hentinya kritikan tajam di arahkan kepada Ruben Amorim. Juru taktik Manchester United tersebut kerap dikritik karena pemilihan formasinya yang terlalu kaku. Salah kritikan untuknya, memiliki nada humor dan datang dari suporter Mauritius.

oleh Mochamad Thoriq Nur FurqonDiterbitkan 11 Oktober 2025, 09:00 WIB
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, tampak kecewa setelah anak asuhnya ditaklukkan Brentford 1-3 pada pertandingan pekan keenam Liga Inggris 2025/2026 di Gtech Community Stadium, Sabtu (27/09/2025). (AFP/Justin Tallis)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak tiba di Old Trafford untuk menangani Manchester United, Ruben Amorim selalu menggunakan pakem 3-4-2-1. Namun, banyak fans maupun pandit yang mengkritik skema tiga bek pelatih asal Portugal tersebut.

Sayangnya hujan kritik dan serangkaian hasil negatif tidak juga membuat Amorim tergerak untuk mengganti sistemnya. Ia seolah tidak mampu mengambil langkah yang lebih adaptif ketika mengalami kebuntuan.

Serasa tidak cukup dengan dikritik, Amorim juga menjadi bahan olokan dari berbagai kalangan di berbagai penjuru muka bumi. Penyebabnya juga tidak jauh dari sikap keras kepalanya dalam memakai formasi tiga bek.


Ruben Amorim Disindir untuk Beralih ke 4-3-3

Bryan Mbeumo. Sayap kanan Timnas Kamerun berusia 23 tahun milik Brentford ini menjadi pemain Afrika dengan nilai pasar tertinggi keempat di Piala Dunia 2022. Saat ini ia memiliki nilai pasar sebesar 28 juta euro atau setara Rp456 miliar. Ia telah bermain dalam dua laga di fase grup Piala Dunia 2022 dengan menyumbang 1 assist dan membawa Kamerun sementara menempati peringkat ketiga di Grup G di bawah Brasil dan Swiss dengan koleksi 1 poin hasil sekali imbang dan sekali kalah. (AP/Ricardo Mazalan)

Pada jeda internasional Oktober 2025, Kamerun bertandang ke Mauritius dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika yang berakhir dengan skor 2-0. Penggawa MU Bryan Mbeumo tampil positif dengan membukukan satu gol di menit akhir.

Namun, cerita lain hadir dari sisi lapangan. Suporter Mauritius membawa spanduk yang ditujukkan pada Mbeumo dan bertuliskan “katakan pada Ruben Amorim tentang 4-3-3”.

Pendukung tersebut seakan meminta Mbeumo agar memberi saran kepada Amorim agar mengubah formasin bermain, dengan harapan kinerja Manchester United meraih hasil lebih baik.


Obsesi Ruben Amorim dengan 3-4-2-1

Ruben Amorim menjadi pelatih The Red Devils kedua yang memenangkan derby Manchester Liga Inggris dalam jabatan pertamanya. Catatan pertama dipegang mantan manajer legendaris klub Sir Alex Ferguson. (Paul ELLIS/AFP)

Sindirian suporter Mauritius menunjukkan keheranan mereka terhadap Amorim yang begitu keras kepala. Banyak yang menilai sang nakhoda seharusnya menyesuaikan gaya permainan dengan profil penggawa yang dimiliki.

Akibat kebijakan Amorim, MU melewati musim sulit pada 2024/2025 dan hanya menempati posisi ke-15 di liga. Rapor tersebut membuat Setan Merah tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini.

Catatan buruk tersebut juga tidak membuat Amorim menyadari kelemahan taktiknya. Dia bersikeras menerapkan 3-4-2-1. Dampaknya, kinerja MU masih inkonsisten dan disingkirkan klub Divisi IV Grimsby Town di Carabao Cup.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya