Panti Jompo di China Tuai Kritik, Gunakan Tarian Sensual untuk Bujuk Lansia

Seperti apa tarian ini ditampilkan ke hadapan penghuni panti jompo?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 12 Oktober 2025, 19:05 WIB
Ilustrasi menari (Foto: unsplash.com/Morgan Petroski)

Liputan6.com, Beijing - Sebuah panti jompo di China jadi sorotan publik usai mengunggah video staf seniornya menari dengan pakaian mini di depan para lansia. Aksi itu disebut dilakukan demi mendorong lansia di panti agar mau minum obat.

Pada 24 September, akun resmi media sosial panti jompo di Kota Anyang, Provinsi Henan, membagikan video seorang wanita mengenakan rok mini dan kaus kaki setinggi lutut tengah menari menggoda di depan seorang pria lanjut usia yang duduk di kursi, dilansir dari SCMP, Minggu (12/10/2025).

Dalam unggahan kontroversial tersebut, pihak panti jompo memberikan alasan dari tindakan ini.

"Direktur kami melakukan segala cara agar para lansia mau minum obat," tulis pihak panti jompo.

Video tersebut menampilkan wanita yang tampil mengenakan seragam ala siswi sekolah dan menggoyangkan pinggul dengan semangat.

Tak lama kemudian, seorang staf lain berpakaian seragam biru mendekati lansia itu untuk memberikan obat.

Di profil daringnya, panti tersebut menyebut diri mereka sebagai "rumah pensiunan yang dikelola direktur muda kelahiran 1990-an, berkomitmen membawa kebahagiaan bagi para lansia."

"Misi kami adalah meningkatkan kualitas hidup di masa tua," tulis keterangan di profil mereka.

Memicu Perdebatan

Namun, unggahan itu justru memicu perdebatan panas di dunia maya.

"Apakah tarian sensual sekarang sudah masuk ke industri perawatan lansia?", tulis seorang warganet.

Akun panti tersebut juga membalas komentar warganet.

"Segalanya bisa dikaitkan dengan tarian sensual, tulis akun panti.

 

Respons Pihak Panti Jompo

Hobi seru untuk lansia mengisi masa pensiun. ©Ilustrasi MetaAI

Keesokan harinya, pada 25 September, direktur panti jompo tersebut mengatakan kepada Nanguo Metropolis Daily bahwa wanita dalam video itu adalah staf yang bertanggung jawab atas perawatan lansia di fasilitas tersebut.

Ia mengakui video itu memang tidak pantas.

"Video itu kurang tepat, dan saya sudah mengingatkan staf senior di video agar lebih berhati-hati ke depannya," ujarnya.

Direktur itu juga menegaskan bahwa meski wanita tersebut terkadang tampil di video promosi, ia bukan penari profesional.

Biasanya, panti tersebut hanya menyediakan hiburan sederhana seperti permainan kartu dan karaoke.

Staf lain menambahkan bahwa video itu sebenarnya dibuat untuk mengubah pandangan publik tentang panti jompo di China.

"Kami ingin menunjukkan bahwa panti jompo bukan tempat yang membosankan. Lansia juga bisa bahagia dan aktif. Tapi sekarang kami sadar, pendekatan seperti ini ada sisi positif dan negatifnya," ujarnya.

Tindak Lanjut

Namun setelah menuai kecaman, akun media sosial panti itu menghapus lebih dari 100 video terkait.

Pihak Biro Urusan Sipil Anyang menyatakan akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut dan mengumumkan hasilnya kepada publik.

Menurut Biro Statistik Nasional China, hingga akhir 2024 terdapat lebih dari 310 juta penduduk berusia 60 tahun ke atas, sekitar 22 persen dari total populasi negara itu.

Video tersebut memicu kemarahan warganet yang menuduh panti jompo itu lebih mementingkan sensasi dan keuntungan ketimbang kesejahteraan lansia.

"Apakah panti jompo sekarang berlomba-lomba seperti ini? Inovasi boleh, tapi harus ada batasnya," kritik wargenet.

"Itu jelas tindakan menggoda! Para lansia ini punya masalah kesehatan, bagaimana kalau ada yang malah pingsan?" tulis warganet lain.

"Apakah mereka menari untuk membuat lansia minum obat, atau agar mereka mau keluarin uang? Jelas tujuannya bukan yang pertama," tambah seorang warganet.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya