Timnas Indonesia vs Irak: Ubah Komposisi Pemain, Seimbangkan Permainan, Tingkatkan Daya Dobrak

Kemenangan menjadi target mutlak agar asa menuju Piala Dunia 2026 tetap menyala.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 10 Oktober 2025, 14:29 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, duel udara dengan pemain Arab Saudi, Nawaf Bu Washl, pada laga Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta Laga melawan Timnas Irak adalah penentu nasib Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup B. Pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB itu merupakan partai hidup-mati bagi Skuad Garuda.

Kemenangan menjadi target mutlak agar asa menuju Piala Dunia 2026 tetap menyala. Untuk itu, perubahan dalam komposisi pemain dinilai perlu dilakukan guna menambah agresivitas dan daya dobrak, serta menjaga keseimbangan permainan.

Pengamat sepak bola, Kesit B. Handoyo, menilai ada beberapa nama yang sebaiknya dievaluasi oleh pelatih Patrick Kluivert setelah kekalahan 2-3 dari Timnas Arab Saudi. Termasuk di antaranya adalah Beckham Putra dan Marc Klok.

Ia melihat pergantian pemain bukan sekadar opsi teknis, melainkan kebutuhan taktis untuk menghadapi tekanan dari Irak.


Menemukan Keseimbangan di Tengah Keterpurukan

Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye (tengah) berebut bola dengan dua pemain Irak, Ahmed Yahya (kiri) dan Amir Al-Ammari pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Kesit menilai performa sejumlah pemain saat melawan Arab Saudi belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Ia menyebut beberapa nama yang layak digantikan demi menyegarkan lini tengah dan memperbaiki ritme permainan.

“Saya pikir, Beckham dan Klok jangan diturunkan lagi sejak awal. Thom Haye menurut saya jauh lebih fresh, lebih menjanjikan,” ujar Kesit kepada Bola.net, Jumat (10/10).

Menurutnya, sosok Thom Haye dapat memberikan keseimbangan baru dengan kemampuan distribusi bola yang lebih stabil. Keseimbangan ini menjadi hal vital, terutama saat Timnas Indonesia harus menghadapi pressing tinggi dan permainan cepat Irak yang terkenal disiplin di lini tengah.


Tambah Daya Dobrak Garuda

Striker Timnas Indonesia, dalam sesi latihan di Komplek Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Selasa (7/10/2025) malam WIB. (Doc AFC)

Selain perubahan di lini tengah, Kesit juga mendorong agar pelatih memberi kesempatan lebih besar bagi pemain-pemain yang memiliki karakter agresif. Ia menilai kehadiran pemain seperti Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen dapat menambah daya dobrak Garuda.

“Tadi saya katakan Ole Romeny sudah bisa tampil dan itu menunjukkan bahwa dia sebenarnya bisa diturunkan sejak menit awal, kemudian kembali meminta kepada Ragnar Oratmangoen untuk bisa tampil lebih greget lagi,” kata Kesit.

Namun, ia menilai performa Oratmangoen saat melawan Arab Saudi belum maksimal karena minimnya suplai bola dari lini tengah. “Kemarin memang praktis dia juga sebenarnya tidak bisa apa-apa karena jarang sekali bola yang bisa mengalir ke Ragnar,” ujarnya.

Lanjut Baca:

Kesit juga menilai pemain lain seperti Miliano Jonathans, Joey Pelupessy, dan Dean James berpeluang besar mengisi starting XI. Menurutnya, mereka memiliki semangat dan kemampuan adaptasi yang bisa dimanfaatkan untuk menambah intensitas permainan sejak awal laga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya