Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PSI Bidang Komunikasi Publik Faldo Maldini menyambut baik kunjungan Roy Suryo dan sejumlah rekannya ke makam almarhumah Sudjiatmi Notomihardjo, ibunda Presiden ke-7 Joko Widodo, yang video kegiatannya viral di media sosial. Menurut Faldo, tindakan itu menunjukkan penghormatan dan niat baik, asalkan disertai tindakan yang pantas.
“Kami percaya rombongan turut ikut mendo’akan almarhumah,” ujar Faldo kepada Liputan6.com, Jumat (10/10/2025)
Advertisement
Namun, ia menambahkan alangkah baiknya kedatangan Roy Suryo dan sejumlah orang yang turut memperkarakan ijazah Jokowi ini juga berdoa dan menunjukkan rasa hormat, seperti tradisi ziarah kubur yang selama ini di jalani oleh banyak masyarakat.
"Akan lebih indah bila nyekar disertai dengan membersihkan makam, menabur bunga dan berdo’a bersama. Itu bagian dari tradisi kita untuk menunjukkan rasa hormat dan ketulusan," kata Faldo.
Menurut Faldo, setiap kunjungan ke makam semestinya menjadi momen refleksi. Bukan justru menyampaikan hal-hal yang negatif.
"Pada akhirnya, setiap kunjungan ke makam mengingatkan kita bahwa semua manusia akan kembali pada Yang Maha Kuasa. Dari sana, seharusnya kita belajar rendah hati dan menjaga diri agar tetap beradab," Faldo menandaskan.
Hal Tidak Pantas dan Memprovokasi
Sebelumnya, dalam video yang tersebar di sejumlah kanal YouTube seperti Agri Fanani, Brojomusti, dan Bang Bill Offside, terlihat rombongan Roy Suryo bersama Tifa dan beberapa orang lainnya mendatangi makam keluarga Jokowi di Solo.
Dalam rekaman itu terdengar sejumlah perkataan dan perilaku yang dianggap tidak pantas diucapkan di tempat peristirahatan terakhir seseorang yang telah meninggal dunia.
Video tersebut kemudian viral dan memicu reaksi beragam dari publik, khususnya karena dianggap melibatkan makam almarhumah yang merupakan orang tua Presiden RI. Beberapa pihak mengkritik tindakan tersebut, menyebutnya sebagai langkah yang tidak pantas jika dilakukan tanpa sikap dan tata krama yang layak. Sebagian menyoroti bahwa makam adalah area hormat, bukan arena publisitas atau provokasi.
Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gunungkidul Danang Ardiyanta, menilai, tindakan tersebut tidak hanya tidak beretika, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan, adat Jawa, dan norma agama.
Menurut Danang, apa yang dilakukan Roy Suryo dan rekan-rekannya merupakan tindakan yang sangat tidak beradab dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun, termasuk politik.
"Bagi kami, ini merupakan perbuatan biadab yang jauh dari moralitas kemanusiaan, adat istiadat orang Jawa, dan ajaran agama," tegas Danang dalam keterangan, Kamis (9/10/2025).
Danang menilai, membawa-bawa sosok yang telah meninggal dunia ke dalam kepentingan politik adalah bentuk pelanggaran moral yang serius. Apalagi, almarhumah Sujiati tidak pernah terlibat dalam urusan politik yang kini menjadi perdebatan publik.
Danang menyebut, tindakan tersebut tidak hanya menyinggung keluarga besar Presiden Jokowi, tetapi juga mencederai rasa kemanusiaan masyarakat luas yang menjunjung tinggi nilai hormat kepada orang yang telah tiada.