MRT Jakarta Mau Sulap Blok M Hub Jadi Lebih Megah, Tertarik Jadi Investor?

Demi mewujudkan mimpi besar itu, Tuhiyat mengaku hal itu bukan tanpa tantangan. Pihaknya masih terus memperbaiki kawasan Blok M dengan melakukan market sounding.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 10 Oktober 2025, 12:16 WIB
Suasana sepi saat Lebaran di salah satu stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Minggu (24/5/2020). Di tengah pandemi virus corona COVID-19, pengguna MRT terpantau sepi dan tak seperti libur Lebaran sebelumnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Blok M Hub kini seperti menjadi jantung dari perlintasan MRT Jakarta. Hadirnya transit oriented development (TOD) menjadi titik penghubung mobilisasi manusia yang ingin menuju ke pelbagai penjuru dan berpindah moda transportasi.

Namun rancang bangun dari Blok M Hub yang ada saat ini masih bersifat sementara. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, kawasan Blok M bakal disulapnya menjadi pusat dari Markas Besar ASEAN yang berada di lokasi tersebut.

“Bagaimana kita menyulap Blok M, kalau sekarang saya kira itu temporer. Karena masih biasa, nanti ke depan Blok M kita ubah secara totalitas, sebagai ASEAN Headquarter,” kata Tuhiyat saat menjadi pembicara utama dalam MRT Fellowship Program 2025 di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Demi mewujudkan mimpi besar itu, Tuhiyat mengaku hal itu bukan tanpa tantangan. Pihaknya masih terus memperbaiki kawasan Blok M dengan melakukan market sounding. Hal itu dilakukan sebab dana pembangunan tidak datang dari fiskal daerah atau negara.

“Pure MRT harus upayakan dana untuk membangun atau meregenerasi kota Blok M itu. Kita kerjasama dengan konsultan internasional, sudah ada, namun untuk menuju ke sana, sambil menunggu market sounding dapat investor, kami bangun sementara, tata dulu yang sekarang jadi Blok M hub,” ujar Tuhiyat.

 

 

 

 

 

 

 

Berkonsep Negara Maju

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat (liputan6.com/radityo priyasmoro)

Tuhiyat menggambarkan, pada rencana ke depan, nantinya bus TransJakarta yang datang dari arah Bundaran HI menuju Blok M akan masuk ke dalam sebuah bangunan yang konsepnya seperti di negara-negara maju.

“Jadi bus akan masuk ke building ke sini, nanti si pengguna layanan bus itu tidak perlu keluar, karena bangunan itu mix use masuk di dalamnya menyatu dengan taman literasi, kemudian ada maiz (mezzanine), ada perkantoran, ada apartment,” rinci Tuhiyat.

Tuhiyat belum bisa menuturkan kapan target rencana pembangunan rampung, sebab saat ini pihaknya masih terus mencari investor. Jika sudah ada, barulah dirinya berani memberi target rencana pembangunan secara lebih detil.

“Kami MRT harus bergerak cepat lagi untuk meyakinkan investor untuk bisa membangun. Ada way out yang baru saja kami rapatkan, kita akan melakukan satu kolaborasi dengan investor lokal. Once misalnya tidak terjadi, supaya bisa terjadi. Bukan hanya ini (Blok M), ada park and ride Lebak Bulus juga jadi mohon support, mohon doa,” dia memungkasi.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya