Dishub Jakarta: Pelayanan MRT Nyaris Sempurna

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menilai kinerja layanan MRT Jakarta nyaris sempurna dengan skor evaluasi mencapai lebih dari 99 persen. Meski demikian, masih ada keluhan kecil dari masyarakat terkait keterlambatan akibat gangguan sinyal.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 10 Oktober 2025, 09:50 WIB
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jakrta Syafrin Liputo saat menjadi pembicara dalam MRT Fellowship Program 2025 di Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Radityo Priyasmoro).

Liputan6.com, Jakarta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jakrta Syafrin Liputo menyampaikan penilaian Pemprov Jakarta terhadap moda transportasi sejauh ini nyaris sempurna, terlebih untuk PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta)

Salah satu yang disoroti yakni dalam bidang public service obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik.

“Dari setiap pelayanan, setiap bulan kami evaluasi, Itu (MRT) nilainnya 99 koma sekian persen, nyaris sempurna. Tapi memang tidak ada manusia yang sempurna,” kata Syafirn saat menjadi pembicara dalam MRT Fellowship Program 2025 di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Menurut dia, kekurangan MRT bersumber dari keluhan masyarakat yang mengaku keretanya terlambat datang. Keluhan itu diterima Dishub Jakarta umumnya dari media sosial.

“Masukan masyarakat itu menjadi penting buat kami. Jika tidak ada medsos, mungkin nilainya MRT bisa 100%. Untung ada medsos yang saya tangkap ada yang ngeluh. Kok tumben lama ya? saya minta tolong dicek ada keluhan pelanggan. Nah kenapa lama? Oh ternyata benar ada gangguan signal. Tetapi keseluruhan pelayanan MRT nyaris sempurna,” tutur Syafrin.

Mengamini hal itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan ketepatan headway atau jarak antar kereta saat ini nilainya sudah mencapai 99,9%. Hanya kurang 0,01% yang terkadang muncul akibat gangguan sinyal.

Headway, sepengetahuan kami MRT Jakarta itu 99,9%. Ada 0,01% itu pasti terjadinya karena gangguan signaling tadi dan itu pun kalau di-average kan saya kira hitungan detik. Sehingga seharusnya di MRT Jakarta itu tidak ada impact significant terhadap headway penumpang,” yakin Tuhiyat dalam kesempatan yang sama.

 

Cerita soal Tertimpa Crane yang Cepat Diatasi

Muatan crane jatuh timpa jalur MRT Jakaarta. (Istimewa)

Dalam kasus per kasus, lanjut Tuhiyat, masalah headway pernah terjadi saat jalur tertimpa crane di dekat Kantor Kejaksaan Agung.

Menurut dia, kasus itu terjadi pada pukul 8 malam dan segera bisa ditangani sehingga pada keesokan paginya, MRT kembali bisa beroperasi.

“Kasus extraordinary happen. Misalnya terjadi waktu ketimpa crane yang di Kejaksaan Agung. Tapi secara cepat waktu itu jam 8 malam dan jam 5 pagi operasi kembali untuk publik. Jadi itu beberapa yang terkait dengan headway,” Tuhiyat menandasi.

Tarif TransJakarta Sudah 20 Tahun Tak Ada Penyesuaian

Sebelumnya, Syafrin Liputo mengakui, pihaknya tengah mengevaluasi tarif transportasi umum. Menurut dia, saat ini konektivitas layanan antar moda transportasi umum di Jakarta berada di angka 91% baik itu MRT, LRT, Jaklingko, hingga TransJakarta.

“Sekarang cakupan layanan kita sudah di angka 91,8%. Jadi warga Jakarta, jika kita distribusi populasi se-Jakarta, Itu 91,8% sudah terlayani oleh layanan angkutan umum. MRT, LRT, Transjakarta, termasuk KRL dan LRT,” kata Syafirn saat menjadi pembicara dalam MRT Fellowship Program 2025 di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Meski layanan semakin baik dan terkoneksi, namun Syafrin menegaskan, belum ada rencana perubahan harga untuk moda transportasi berbasis kereta. Menurut dia, sarana dan prasarana masih pada level sesuai. Khususnya untuk MRT.

“Saya pastikan tarif MRT dan LRT tidak naik, karena berdasarkan kajian untuk perhitungan, analisis willingness to pay dan ability to pay penggunanya masih dalam batas tarif yang berlaku saat ini. Jadi kalau kita lihat hitungan tahun lalu, angka keekonomian tarif MRT itu Rp 13.000 sekian. Tarifnya Rp 7.000. Sehingga subsidi tahun 2024 rata-rata per pelanggan itu sekitar RP 6.000. Nah ini masih masuk dari sisi perhitungan kita. Jadi tidak ada kenaikan tarif MRT dan LRT,” jelas Syafrin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya