Liputan6.com, Bandung Polusi di jalanan kini menjadi salah satu faktor yang paling sering menyebabkan gangguan mata ringan di masyarakat, terutama di daerah perkotaan dengan tingkat lalu lintas padat.
Menurut dr. Yeni Dwi Lestari, Sp.M(K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), paparan asap kendaraan dan partikel debu bisa memengaruhi kelembapan alami mata sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Advertisement
“Asap polusi kendaraan itu bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada mata,” ujar Yeni dalam acara Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2025: Deklarasi Komitmen Bersama untuk Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan Penglihatan dan Produk Alat Bantu yang Terjangkau dan Berkeadilan - Indonesia SPECS 2030 di RSM Cicendo, Bandung pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Yeni menjelaskan, partikel kecil dari polusi bisa menempel di permukaan mata dan menyebabkan iritasi jika tidak segera dibersihkan.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu peradangan pada selaput mata (konjungtivitis). Selain menyebabkan iritasi, polusi juga dapat menghambat produksi air mata alami.
"Polusi ini juga bisa menyebabkan dry eye, mata jadi kering sehingga terasa perih dan keluar air mata terus,” jelasnya.
Gejala ini biasanya dialami pengendara motor yang sering terkena polusi tanpa pelindung mata.
Dia juga mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap kondisi mata yang terus terasa gatal, kering, atau merah setelah beraktivitas di luar ruangan. Jika dibiarkan, gangguan ringan itu bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.
“Kalau sudah terasa tidak nyaman, sebaiknya segera periksa ke dokter mata untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” tambahnya.
Risiko Polusi Udara Terhadap Mata
Paparan polusi jalanan bisa menyebabkan reaksi berlebihan pada permukaan mata. Partikel debu dan asap kendaraan dapat menempel di lapisan pelindung mata dan menimbulkan iritasi.
Dalam kondisi tertentu, mata yang terus terpapar polusi bisa terasa terbakar, gatal, atau berair tanpa henti.
Yeni menyebut kondisi ini sebagai reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan zat asing.
“Kalau kita terlalu sering terpapar polusi, air mata jadi berkurang dan permukaan mata tidak lembap,” jelasnya.
Situasi ini membuat mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan lebih mudah terinfeksi.
Tanda-Tanda Mata Terpapar Polusi
Seseorang yang sering terpapar polusi biasanya mengalami beberapa tanda awal seperti mata merah, terasa kering, dan sering mengeluarkan air mata.
“Biasanya pasien mengeluhkan matanya perih, pedih, atau seolah-olah ada pasir di dalamnya,” kata Yeni.
Jika gejala itu dibiarkan tanpa perawatan, risiko infeksi meningkat karena lapisan pelindung mata menjadi lebih rentan terhadap kuman.
Penggunaan air bersih untuk membilas mata setelah berkendara bisa membantu mengurangi paparan polutan. Namun, bila keluhan tidak juga reda, pemeriksaan langsung ke dokter mata menjadi langkah terbaik untuk memastikan kondisi mata tetap sehat.