Kisah Pilu Mbah Kasino Meninggal Saat Selamatkan Cucu Tenggelam di Mata Air Gunungkidul

Petugas mengevakuasi Mbah Kasino yang tenggelam saat berusaha selamatkan cucu di sumber air Gunungkidul.

oleh HendroDiterbitkan 09 Oktober 2025, 17:30 WIB
Evakuasi Mbah Kasino dari mata air Gunungkidul

Liputan6.com, Jakarta Suasana tenang di Padukuhan Banaran, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, mendadak berubah mencekam, Rabu (9/10/2025) siang. Seorang kakek berusia lanjut, Kasino (60), ditemukan tak bernyawa setelah berjuang menyelamatkan cucunya yang terjatuh ke dalam bak mata air Watu Lunu, sumber air yang biasa dimanfaatkan warga setempat.

Peristiwa tragis itu terjadi saat beberapa anak kecil tengah bermain di sekitar lokasi mata air. Tanpa disadari, salah satu dari mereka terpeleset dan jatuh ke dalam air yang memiliki kedalaman sekitar enam meter. Melihat cucunya berjuang di dalam air, Mbah Kasino spontan terjun untuk menolong tanpa berpikir panjang.

Namun, niat mulia itu justru berujung maut. Diduga karena tidak bisa berenang dan terjebak di ruang air yang sempit, Mbah Kasino tak mampu naik ke permukaan. Sementara cucunya berhasil diselamatkan warga yang datang membantu setelah mendengar teriakan histeris di lokasi kejadian.

Evakuasi Dramatis Dua Jam

Kabar tenggelamnya Mbah Kasino cepat menyebar ke seluruh kampung. Warga berbondong-bondong datang, sebagian berusaha menolong dengan alat seadanya, sementara lainnya segera menghubungi petugas. Tak lama berselang, tim SAR gabungan bersama BPBD Gunungkidul, relawan, dan aparat TNI-Polri tiba di lokasi.

Air yang dalam serta ruang udara yang sangat terbatas di dalam bak membuat penyelam kesulitan bergerak. Beberapa kali, anggota tim penyelam harus naik ke permukaan untuk mengambil udara sebelum kembali menyelam mencari posisi korban.

“Kedalamannya sekitar enam meter. Ruang gerak di bawah sempit sekali. Kita harus hati-hati agar tidak kehabisan oksigen,” ungkap Serka Banny Tunarno, Babinsa Beji yang turut membantu proses evakuasi.

Serka Banny bahkan ikut turun langsung ke dalam bak mata air, bergantian dengan penyelam lain untuk mengangkat tubuh korban. Sementara di atas, warga dan petugas berjaga dengan alat bantu seadanya, menyiapkan tali, selang udara, hingga penerangan tambahan.

Hampir dua jam upaya penyelamatan dilakukan. Suasana semakin haru ketika tubuh Mbah Kasino akhirnya berhasil diangkat ke permukaan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Beberapa warga tak mampu menahan air mata menyaksikan pengorbanan sang kakek yang mencoba menyelamatkan cucunya.

Warga dan Keluarga Terpukul

Menurut Winarno, salah satu warga setempat, Mbah Kasino dikenal sebagai sosok penyayang keluarga dan aktif di lingkungan. Ia kerap terlihat mengajak cucunya bermain di sekitar sumber air tersebut.

“Beliau itu orangnya baik, selalu ngajak cucunya ke sini. Nggak nyangka akhirnya kejadian kayak gini. Semua warga ikut berduka,” tutur Winarno dengan mata berkaca-kaca.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga. Sementara cucu yang selamat masih dalam kondisi syok, namun fisiknya dilaporkan baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya