Pasar Pekerja Kebersihan dan ART di Asia Tenggara Diramal Tembus Rp 2.493 Triliun

Pekerjaan berbasis keterampilan praktis seperti perawatan, kebersihan, transportasi, dan layanan rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara Asia.

oleh Septian DenyDiterbitkan 08 Oktober 2025, 08:15 WIB
Pegawai pulang kerja berjalan di trotoar Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Pemerintah memberi kelonggaran bergerak bagi warga berusia di bawah 45 tahun untuk mengurangi angka pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Pekerjaan berbasis keterampilan praktis seperti perawatan, kebersihan, transportasi, dan layanan rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara Asia. 

Meski kerap dipandang sebelah mata, sektor tenaga kerja blue-collar justru menunjukkan potensi besar di tengah perubahan demografi, urbanisasi cepat, dan meningkatnya permintaan akan layanan personal yang berkualitas.

Di tengah kemajuan digital dan otomasi, pekerjaan yang melibatkan empati dan interaksi manusia, seperti merawat anak atau lansia, semakin bernilai dan sulit tergantikan. Pasar layanan rumah tangga di Asia Tenggara diperkirakan mencapai USD 150 miliar atau sekitar Rp 2.493 triliun (kurs 16.624 per USD), dengan pertumbuhan signifikan di sektor cleaning service dan baby sitter.

Salah satu platform yang turut mendorong transformasi sektor ini adalah Ayasan, penyedia layanan home care bergaya Jepang yang kini beroperasi di Asia Tenggara.

Di Indonesia, lebih dari 3.000 tenaga kerja terampil telah bergabung melalui Ayasan, menawarkan berbagai jasa seperti asisten rumah tangga (ART), baby sitter, sopir pribadi, perawat lansia, hingga koki profesional.

Didirikan oleh Kotaro Ise, mantan profesional Walt Disney dan Marriott International, Ayasan Holdings kini berkantor pusat di Yokohama dan Bangkok. 

Dalam dua tahun terakhir, perusahaan ini mencatat pertumbuhan hingga 200%, dengan kehadiran di 9 lokasi di 5 negara, melibatkan 500 karyawan dan lebih dari 100.000 pekerja terdaftar.

“Kami memposisikan diri sebagai ‘Grab untuk layanan home service’, namun dengan visi lebih besar: merevolusi industri tenaga kerja blue-collar di Asia,” ujar CEO Ayasan Holdings Kotaro Ise, Rabu (8/10/2025).

Perusahaan menargetkan ekspansi ke 15 lokasi di 9 negara pada akhir 2025.

 

 

Teknologi dan Standar Jepang sebagai Fondasi

Pekerjaan berbasis keterampilan praktis seperti perawatan, kebersihan, transportasi, dan layanan rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara Asia. (Dok. Ayasan)

Ayasan menggabungkan standar kualitas Jepang, sistem pelatihan internal, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang telah dikembangkan selama enam tahun. Di Thailand, Ayasan juga meluncurkan “Ayasan Cares”, layanan perawatan lansia di rumah yang dilengkapi toko online untuk produk elderly care.

Salah satu keunggulan Ayasan adalah kemampuannya menghubungkan pekerja dan pemberi kerja lintas negara.  Platform ini memfasilitasi penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jepang dan negara lain, sejalan dengan visi integrasi pasar tenaga kerja Asia.

“Asia akan menjadi satu pasar terintegrasi. Kami bersiap menjadi pemimpin di pasar tenaga kerja ini,” tegas Kotaro Ise.

Layanan Ayasan telah digunakan oleh lebih dari 1.000 perusahaan global, termasuk FedEx, Coach, Lululemon, Canon, dan JCB. 

Permintaan terbesar datang dari sektor perhotelan dan restoran yang mengalami kekurangan tenaga kerja blue-collar.

 

Layanan Baby sitter

Di Thailand, layanan baby sitter jangka pendek dan perawatan lansia di destinasi wisata seperti Phuket, Pattaya, dan Chiang Mai mencatat pertumbuhan hingga 200% per bulan.

Melihat tren ini, Ayasan merencanakan ekspansi ke Bali dan destinasi wisata utama Indonesia mulai 2026.

Meski teknologi terus berkembang, Kotaro Ise tetap menekankan pentingnya peran manusia dalam layanan personal.

Ayasan juga tengah mengembangkan konsep “Terminator Service”, layanan hybrid antara manusia dan robot humanoid, yang akan diimplementasikan ketika teknologi tersebut tersedia secara luas.

“Di era AI, nilai pekerjaan blue-collar yang berhubungan dengan kehidupan manusia tidak dapat digantikan. Kami akan menciptakan revolusi sejati di sektor ini,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya