Tantangan Berat di Jeddah, Timnas Indonesia Andalkan Semangat dan Kekompakan Hadapi Arab Saudi

Dalam hitungan hari, Timnas Indonesia akan menapaki langkah awal di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 07 Oktober 2025, 22:44 WIB
Skuad Garuda itu terus memanaskan mesin sebelum berkancah dalam Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Arab Saudi. (Dok. Timnas Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta Dalam hitungan hari, Timnas Indonesia akan menapaki langkah awal di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Calvin Verdonk dan kolega bakal menghadapi ujian berat kontra tuan rumah Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB.

Pertandingan ini diyakini akan berjalan ketat. Arab Saudi tentu diuntungkan dengan status tuan rumah dan dukungan ribuan fans fanatik. Namun, Garuda datang bukan untuk menyerah. Anak asuh Patrick Kluivert siap tampil militan demi membawa pulang hasil positif dari Jeddah, stadion yang dikenal angker bagi tim tamu.

Meski berstatus tim dengan peringkat FIFA terendah di Grup B, Indonesia tetap punya peluang. Sejarah bicara, Arab Saudi tak mudah menundukkan skuad Merah-Putih. Dalam dua pertemuan terakhir di babak sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 di Jeddah dan Indonesia berhasil menang 2-0 di Jakarta.


Kekompakan Jadi Kunci

Pemain Timnas Indonesia berfoto sesaat jelang melawa Lebanon pada laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Legenda Timnas Indonesia era 90-an, Agung Setyabudi, menilai skuad Garuda punya bekal kuat untuk bersaing di level ini, termasuk dalam duel melawan Arab Saudi. Stadion megah di Jeddah mungkin akan penuh warna hijau-putih khas tuan rumah, namun hal itu tak seharusnya menggoyahkan semangat Thom Haye dkk.

Menurut Agung, kekuatan utama Indonesia terletak pada kerja sama tim yang solid dan semangat juang tinggi. “Tim ini bermain kompak, dan itu faktor penting untuk bisa menang. Para pemain naturalisasi juga membawa semangat nasionalisme yang besar. Mereka main bukan karena uang, tapi karena cinta tanah air,” ujarnya kepada Bola.com, Selasa (7/10/2025).


Mental Eropa, Jiwa Indonesia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Noah Idzes (kiri), berdiskusi dengan pelatih Patrick Kluivert saat laga melawan China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Untuk fase penting kali ini, Patrick Kluivert membawa 29 pemain, dengan 15 di antaranya berstatus pemain luar negeri yang berkarier di kompetisi Eropa. Sebaliknya, Arab Saudi hanya mengandalkan tiga pemain yang merumput di luar negeri. Kondisi ini diyakini bisa menjadi pembeda.

Agung menilai pengalaman dan mental pemain abroad Indonesia akan menjadi senjata penting. “Sebagian besar pemain naturalisasi Indonesia keturunan Belanda, dan mentalitas orang Eropa itu luar biasa. Mereka terbiasa tampil penuh dedikasi untuk negaranya,” ucap kapten Timnas di Piala Asia 2004 itu.

“Mereka punya kemampuan individu, mental kuat, dan kepercayaan diri tinggi. Bermain di Eropa membuat mereka matang secara mental, jadi bermain di Arab Saudi bukan sesuatu yang menakutkan,” tambahnya yakin.

Sumber: Bola.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya