BBM Mengandung Etanol, Pertamina dan Swasta Sepakat Periksa Base Fuel

Proses penyelesaian sedang belangsung antara pihak swasta dan PT Pertamina (Persero) mengenai pembelian base fuel.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 07 Oktober 2025, 20:00 WIB
Ilustrasi petugas mengisi BBM ke sebuah mobil. (Sumber foto: Pexels.com).

Liputan6.com, Jakarta Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan proses penyelesaian sedang belangsung antara pihak swasta dan PT Pertamina (Persero) mengenai pembelian base fuel.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan mekanisme pemeriksaan bersama agar tidak ada lagi perbedaan persepsi antara badan usaha dan Pertamina dalam hal kualitas bahan bakar.

Laode menegaskan, kesepakatan baru tersebut mengatur bahwa sebelum pembelian dilakukan, base fuel akan diperiksa bersama oleh kedua belah pihak. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga transparansi dan mencegah polemik yang sempat muncul terkait kandungan BBM Pertamina yang tercampur etanol.

Dalam kesempatan itu, Laode juga mengimbau agar isu percampuran etanol tidak lagi menjadi bahan perdebatan.

"Kita jangan ngobrolin etanol ya. Kita tinggalkan obrolan itu. Kita fokus penyelesaian," ujar Laode saat ditemui di kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, yang kini menjadi prioritas pemerintah adalah memastikan rantai pasok BBM tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh masalah teknis atau kesalahpahaman antarpihak.

"Ini sesuai dengan kesepakatan badan usaha dan Pertamina. Kesepakatannya itu sama-sama dicek oleh mereka," ujarnya.

Impor Base Fuel dan Langkah Lanjutan Badan Usaha Swasta

Ilustrasi BBM (bahan bakar minyak). (Photo on www.freepik.com)

Lebih lanjut, Laode juga menjawab pertanyaan terkait impor base fuel yang terlanjut sudah datang namun batal dibeli pihak swasta, Laode menegaskan bahwa hal itu tidak menimbulkan masalah. Ia memastikan, stok yang sudah masuk tetap bisa dimanfaatkan oleh Pertamina untuk kebutuhan dalam negeri.

"Itu masih bisa dipakai sendiri oleh Pertamina. Enggak ada masalah," ujarnya.

Adapun sejauh ini, belum ada badan usaha swasta yang benar-benar merealisasikan pembelian base fuel dari Pertamina. Padahal, sebelumnya beberapa perusahaan seperti Vivo dan BP-AKR sempat menyatakan minat untuk membeli pasokan tersebut. Namun rencana itu urung dilakukan lantaran muncul kekhawatiran terhadap kandungan bahan bakar yang disebut-sebut telah bercampur etanol.

 

Kandungan Etanol di BBM Lazim

Kilang Pertamina Internasional (KPI) melakukan pengujian di laboratorium eksternal demi memastikan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) dan lainnya sesuai standar yang diatur dan bentuk pengendalian mutu yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Laode Sulaeman memandang kandungan etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) merupakan hal yang lazim. Dia menuturkan, BBM yang dipasarkan Shell di Amerika Serikat (AS), misalnya diketahui mengandung etanol.

"Kalau di Amerika aja, Shell juga udah pakai etanol, di Amerika sendiri mereka bensinnya pakai etanol. Saya bisa kasih lihat bukti-bukti itu," kata Laode, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Dia menjelaskan, kandungan etanol dalam BBM menjadi praktik yang banyak diterapkan secara internasional. Bahkan, etanol dalam BBM disebut tidak mengganggu performa pembakaran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya