Insiden Ponpes Al Khoziny, Cak Imin Ungkap Pesantren Sering Tambal Sulam dalam Pembangunan

Cak Imin mengatakan, Ponpes Al Khoziny berdiri sejak era pra-kemerdekaan. Namun, menurut dia, tidak semua pesantren memiliki sumber daya untuk merehabilitasi bangunan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 07 Oktober 2025, 14:46 WIB
Alat berat dikerahkan untuk mempermudah pembersihan puing reruntuhan gedung musala Ponpes Al Khoziny.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengungkapkan mayoritas pesantren telah berusia sangat tua dan kondisi bangunannya rawan. Dia menuturkan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur telah berdiri sejak masa pra-kemerdekaan.

Sementara itu, kata dia, tidak semua pesantren memiliki sumber daya dan pengetahuan yang cukup untuk merehabilitasi bangunannya. Sehingga, pondok pesantren kerap melakukan tambal sulam saat pembangunannya.

"Pesantren sering menggunakan cara tambal sulam di dalam melaksanakan pembangunannya," kata Cak Imin usai bertemu Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta, dikutip dari siaran pers pada Selasa (7/10/2025).

Cak Imin: Pesantren Harus Adaptif Kerawanan Bangunan

Dia mendorong seluruh pondok pesantren agar bisa lebih adaptif dalam menanggulangi kerawanan bangunannya. Cak Imin menekankan pentingnya penanggulangan untuk menjamin keselamatan santri dan mencegah terjadinya gedung roboh yang memakan korban jiwa seperti di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

"Kita ingin terus melakukan koordinasi agar pesantren mau beradaptasi untuk menanggulangi ancaman-ancaman rawan dari segi bangunan fisik," jelasnya.

Cak Imin Ungkap Perintah Prabowo

Selain itu, Cak Imin mengingatkan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan para pengelola pesantren agar mereka mau adaptif menanggulangi bangunannya yang rawan. Dia berjanji akan melakukan langkah-langkah penyelamatan bangunan pesantren yang tua dan rawan.

"Atas perintah pak Presiden, saya akan terus mengambil langkah-langkah cepat terutama memprioritaskan kepada pesantren-pesantren yang sangat rawan untuk segera kita tangani," tutur Cak Imin.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya