3 Hal Positif dan 2 Hal Negatif yang Patut Diperhatikan AC Milan

Dari laga yang berjalan keras dan penuh kehati-hatian itu, ada tiga hal positif dan dua hal negatif yang patut diperhatikan.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 07 Oktober 2025, 12:23 WIB
Penyerang AC Milan asal AS #11, Christian Pulisic, gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz, Turin, Senin (6-10-2025) dini hari WIB. (MARCO BERTORELLO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pertarungan antara Juventus dan AC Milan di Serie A akhir pekan kemarin berakhir tanpa pemenang. Skor kacamata 0-0 di Allianz Stadium menggambarkan laga yang berjalan hati-hati dan minim peluang, di mana kedua tim lebih banyak bermain aman ketimbang mengambil risiko.

Meski begitu, Milan sejatinya punya alasan untuk menyesal. Mereka mendapat penalti yang gagal dikonversi Christian Pulisic, sementara Rafael Leao juga menyia-nyiakan dua kesempatan emas yang seharusnya bisa mengubah hasil akhir. Juventus sendiri tak tampil lebih baik, dengan satu peluang besar Federico Gatti yang digagalkan penyelamatan gemilang Mike Maignan.

Bagi Milan, hasil ini memperpanjang catatan tak terkalahkan sekaligus menjaga tren clean sheet. Akan tetapi, kehilangan dua poin di laga sebesar ini membuat mereka harus merelakan posisi puncak klasemen. Dari laga yang berjalan keras dan penuh kehati-hatian itu, ada tiga hal positif dan dua hal negatif yang patut diperhatikan.


Benteng Pertahanan Milan Tetap Kokoh

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan instruksi kepada Alexis Saelemaekers saat laga Serie A melawan Cremonese di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Milan kembali menunjukkan kedisiplinan luar biasa di lini belakang. Lawan hanya memiliki satu peluang nyata melalui Federico Gatti, dan Mike Maignan tampil sigap menepis bola tersebut dengan refleks cepat.

Dengan hasil ini, Rossoneri telah mengoleksi lima clean sheet dalam enam laga terakhir. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang mereka hanya berasal dari penalti saat melawan Napoli. Artinya, Milan sudah lebih dari 540 menit tak kebobolan dari skema open play — statistik yang sangat impresif.

Trio bek tengah tampil rapat, sementara Alexis Saelemaekers dan Davide Bartesaghi bekerja keras di sisi sayap untuk mematikan pergerakan pemain muda Juventus seperti Yildiz dan Conceicao. Kedisiplinan dan fokus menjadi pondasi yang membuat Milan tetap kompetitif di papan atas.


Luka Modric, Otak Permainan di Tengah

Aksi Luka Modric di laga AC Milan vs Napoli, Senin (29/9/2025) (AP Photo/Luca Bruno)

Jika sektor pertahanan tampil solid, maka lini tengah Milan jadi sumber dominasi permainan. Luka Modric kembali menunjukkan kelasnya sebagai pengatur tempo, memainkan bola dengan presisi dan visi yang luar biasa.

Umpan panjangnya kepada Santiago Gimenez berbuah penalti setelah sang striker dijatuhkan di kotak terlarang. Bahkan, Modric sempat menciptakan peluang matang lain yang gagal dimanfaatkan Rafael Leao. Kendati Milan tak mampu mengubah dominasi menjadi kemenangan, kontrol di lini tengah menjadi fondasi penting bagi kestabilan permainan tim.

Lanjut Baca:

Adrien Rabiot dan Youssouf Fofana di sisi Juventus memang tampil cukup baik, tetapi Milan lebih efektif dalam mengatur ritme dan mengalirkan bola. Dengan Modric di tengah, aliran permainan Rossoneri selalu hidup.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya