Kelola Produksi Beras 35 Juta Ton, Pemerintah Ajak Swasta dan Pengusaha

Pemerintah meminta dukungan kepada sektor swasta dan pengusaha untuk mampu meningkatkan produksi beras, demi mewujudkan swasembada beras.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 07 Oktober 2025, 12:00 WIB
Petani menggiling saat musim panen padi di sawah Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo (15/3). Mulai dari menyabit padi hingga sudah menjadi bulir gabah itu semua mengunakan tenaga manusia. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah meminta dukungan kepada sektor swasta dan pengusaha untuk mampu meningkatkan produksi beras, demi mewujudkan swasembada beras dan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan signifikan produksi beras nasional periode Januari hingga November 2025, naik 12,62 persen mencapai 33,19 juta ton dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (29,47 juta ton).

Angka ini selaras dengan prediksi lembaga internasional USDA dan FAO, yang memperkirakan produksi beras Indonesia akan mencapai 34 hingga 35 juta ton.

Tenaga Ahli Menteri PPN/Bappenas Frans B.M. Dabukke menegaskan, swasembada pangan menjadi prioritas utama pemerintah dalam perencanaan pembangunan nasional.

"Untuk mencapai swasembada pangan dan beras, harus ada sinergi dan kolaborasi yang baik antara kementerian/lembaga pemerintah, pihak swasta, hingga pelaku usaha," jelasnya, Senin (6/10/2025).

Salah satu wujud kolaborasi ini muncul lewat sinergi pemerintah bersama Syngenta Indonesia dalam mendukung Komunitas 10 Ton di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebuah kelompok beranggotakan 20 petani dengan total lahan 1,5 hektar.

 

Dongkrak 2 Kali Lipat Produksi Beras

Petani merontokan padi hasil panen di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (16/7/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sektor pertanian pada bulan Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (Y-on-Y). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pembentukan komunitas diawali oleh keinginan kuat dari petani yang ingin mendapatkan hasil panen optimal. Dengan memanfaatkan teknologi dan praktik pertanian, komunitas ini berhasil mencapai produktivitas hingga 10 ton per hektar. Naik dua kali lipat dari rata-rata produksi nasional yang berkisar 5 hingga 6 ton per hektar.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan, keberadaan Komunitas 10 Ton memberikan harapan bagi Kabupaten Subang yang sedang berupaya meningkatkan produksi beras.

Pada 2025, produksi gabah kering Subang mencapai 1 juta ton, meningkat dari 900 ribu ton tahun sebelumnya. Diharapkan dengan semakin banyaknya petani yang bergabung dalam Komunitas 10 Ton akan dapat membantu mendongkrak hasil panen di Kabupaten Subang secara keseluruhan.

 

 

Model Pertanian Berkelanjutan

Petani menanam padi di persawahan di kawasan Tangerang, Kamis (3/12/2020). Kementerian Pertanian menargetkan pada musim tanam pertama 2020-2021 penanaman padi mencapai seluas 8,2 juta hektare menghasilkan 20 juta ton beras. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Program Komunitas 10 Ton merupakan bukti nyata komitmen Syngenta dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani dan penerapan teknologi pertanian modern," ungkap dia.

"Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional," tuturnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya