Kasus Ponpes Ambruk, Komisi VIII DPR: Jika Ada Pelanggaran, Selesaikan Jalur Hukum

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko menyayangkan peristiwa ambruknya Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Tengah (Jateng).

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 06 Oktober 2025, 15:15 WIB
Tim SAR gabungan juga berhasil memetakan titik-titik yang diduga masih terdapat korban. Lokasi tersebut kini menjadi fokus utama pencarian. (AP Photo/Trisnadi)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko menyayangkan peristiwa ambruknya Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Tengah (Jateng).

Singgih mengatakan, jika terdapat dugaan pelanggaran, maka harus diselesaikan melalui jalur hukum.

"Jika memang ada pelanggaran hukum, dari Komisi VIII DPR diselesaikan jalur hukum, karena ini menyebabkan meninggalnya para santri," kata Singgih kepada wartawan, Senin (6/10/2025).

Singgih meminta ponpes lain untuk lebih mengawasi ketat pelaksanaan pembangunan ponpes. Ia meminta semua pihak berbenah.

"Kita menghimbau supaya ada pembangunan harus diawasi dan di laksanakan oleh yang ahlinya. Kita sangat prihatin dan nenyesalkan musibah ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Basarnas mencatat total 54 jenazah korban runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur berhasil dievakuasi hingga Senin (6/10/2025) dini hari. Lima di antaranya berupa potongan tubuh.

"Update terakhir pukul 03.34 WIB, kami menemukan satu jenazah lagi sehingga total menjadi 54, termasuk lima body part. Jadi jumlah jenazah utuh yang telah dievakuasi sebanyak 49," kata Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dari posko darurat itu, hari ini atau hari kedelapan pasca-kejadian, tim SAR gabungan masih memfokuskan pencarian di sisi selatan bangunan yang roboh karena diyakini masih ada korban yang terjepit di lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil pemetaan petugas diperkirakan setidaknya ada empat korban teridentifikasi posisinya, tiga di bagian depan dan satu di bagian belakang bangunan sisi selatan itu.

"Harapan kami hari ini bisa selesai, karena target itu masih dikejar," katanya.

Basarnas terus berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, dan tim teknis, untuk memastikan pencarian berjalan aman, mengingat sebagian struktur bangunan masih menempel dan berisiko runtuh kembali.

Operasi pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dan dilaksanakan 24 jam penuh dengan pola bergantian agar tetap efektif.

Yudhi menegaskan Basarnas akan berupaya maksimal hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dan diserahkan ke tim DVI Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi.

 

BNBP Targetkan Evakuasi di Ponpes Al-Khoziny Selesai Hari Ini: Diperkirakan Tinggal 13 Korban

Tim penyelamat mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan di sebuah pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 1 Oktober 2025. (AP Photo/Trisnadi)

Sudah sepekan insiden musala empat lantai milik Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ambruk. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pencarian korban akan dimaksimalkan hari ini, Senin (6/10/2025).

"Kami menargetkan dari BNPB, hari ini kita akan selesaikan pencarian korban dari Basarnas maupun dari pihak Kodim sudah mengatur schedule diharapkan pada hari ini kita akan selesai evakuasi dari yang diperkirakan tinggal 13 orang lagi," kata Deputi III Tanggap Darurat, Mayor Jenderal (Mayjen), Budi Irawan saat rapat bersama stakeholder terkait secara daring atau online.

BNPB memastikan bukan berarti hari ini menjadi pencarian terakhir para korban. Tetapi, pihak berupaya menemukan korban sebanyak-banyaknya di hari ketujuh pascakejadian.

"Ini bukan hari terakhir. Ini adalah hari di mana harapan kita, pencapaian kita selesai di hari ini. Tapi apabila tidak selesai, ada kesulitan, ada hambatan, kita akan cari sampai dengan selesai," paparnya.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, selama proses evakuasi berlangsung ada dua petugas SAR menderita penyakit kulit.

"Ada beberapa anggota kita yang banyak terserang penyakit. Penyakit kulit, gatal-gatal, semua itu dikarenakan tidak memakai alat pelindung diri yang baik. Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah Sidoarjo maupun pemerintah provinsi yang telah banyak mendukung pelaksanaan kegiatan ini," pungkasnya.

Budi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah setempat yang telah memberikan dukung berupa obat-obatan, vitamin hingga Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim SAR.

"APD untuk para relawan-relawan dari Basarnas maupun dari kepolisian, sehingga pelaksanaan kemarin itu lebih bagus," terang Budi.

 

Kondisi Jenazah Korban Bangunan Ambruk di Ponpes Al-Khoziny yang Sudah Dievakuasi

Tim terus melakukan upaya-upaya pencarian dan penyelamatan korban dengan menggali celah di antara puing-puing bangunan maupun membuat lubang untuk akses evakuasi. (AP Photo/Trisnadi)

Upaya pencarian korban bangunan rubuh di Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki hari kedelapan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal dunia mencapai 54 orang.

Kaurkes Kamtibmas Subdit Dokpol Biddokes Polda Jatim, Kompol Naf'an mengatakan, di dalam kantong jenazah, kondisi tubuh korban ada yang masih dalam keadaan lengkap dan tidak.

Kantong jenazah diberikan kode nomor mulai dari 001 hingga sampai dengan 0049.

"Jadi, istilahnya kami dari fase TKP itu mengirimkan adalah nomor kantong jenazah. Kebetulan di dalam isi kantong jenazah itu ada yang lengkap, ada yang tidak. Prinsipnya nomornya tidak berubah dari nomor 001 sampai 0049, hanya ada kodenya," kata Naf'an dalam rapat bersama stakeholder terkait secara daring, Senin (6/10/2025).

Pada kantong yang berisi jenazah lengkap akan diberikan kode B yaitu body. Jika tidak lengkap, maka akan dikasih kode BP atau Body Part.

"Nanti untuk selanjutnya ketemunya akhirnya berapa jenazah setelah dilakukan di fase 2 postmortem. Nah, kami di TKP selalu kerjasama dengan rekan-rekan yang terlibat, utama yang mengambil jenazah di dalam," jelasnya.

Korban yang diterima sudah kondisi bagian-bagian tubuh tidak akan dicampur dengan bagian tubuh lainnya.

"Dan saya setiap memberi label, saya tanya, lengkap atau ada yang kurang? Lengkap, Pak. B, berarti. Lengkap? Oh, ada yang hilang ini, Pak. Berarti kami kasih BP," tegasnya.

Dia menambahkan, dari 49 kantong jenazah, ada satu kantong yang dalam kondisi utuh atau lengkap pada nomor 0035.

"Jadi, dari tambahan satu kantong tadi, 035 dengan kodenya B, Bapak. Berarti yang tambahannya, Bapak, tinggal diganti saja, ditambahi BP bodipart, sama nomornya 35. Nah, nanti pengungkapannya miripnya siapa, dikemudian hari," sambungnya.

Infografis Ironi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya