Seren Taun, Tradisi Panen Raya Penuh Makna

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 06 Oktober 2025, 10:30 WIB
Seren Taun, Tradisi Panen Raya Penuh Makna
Masyarakat adat Gelar Alam menggelar prosesi perayaan panen Seren Taun di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu 5 Oktober 2025. Perayaan panen Seren Taun merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Gelar Alam untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Untuk itu, masyarakat menyerahkan padi ke lumbung adat (leuit) dan memohon berkah untuk tahun berikutnya. Perayaan panen Seren Taun digelar untuk melestarikan tradisi turun-temurun sebagai bagian dari warisan budaya. Untuk diketahui, Seren Taun merupakan tradisi yang sudah mengakar dalam kebudayaan masyarakat Sunda yang agraris. Tradisi ini merupakan kearifan lokal sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Seren Taun merepresentasikan hubungan masyarakat adat, tidak hanya dengan dengan Sang Pencipta dan sesama manusia, tetapi juga kepada alam sebagai penopang kehidupan.
Warga bersiap meletakkan tumpukan padi di lumbung kayu tradisional di atas panggung, yang dikenal masyarakat setempat sebagai leuit, dalam perayaan panen Seren Taun di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu 5 Oktober 2025. (Aditya AJI/AFP)
Masyarakat adat Gelar Alam menggelar prosesi perayaan panen Seren Taun di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu 5 Oktober 2025. (Aditya AJI/AFP)
Perayaan panen Seren Taun merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Gelar Alam untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. (Aditya AJI/AFP)
Untuk itu, masyarakat adat Gelar Alam menyerahkan padi ke lumbung adat (leuit) dan memohon berkah untuk tahun berikutnya. (Aditya AJI/AFP)
Perayaan panen Seren Taun digelar untuk melestarikan tradisi turun-temurun sebagai bagian dari warisan budaya. (Aditya AJI/AFP)
Untuk diketahui, Seren Taun merupakan tradisi yang sudah mengakar dalam kebudayaan masyarakat Sunda yang agraris. (Aditya AJI/AFP)
Seren Taun merupakan kearifan lokal sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. (Aditya AJI/AFP)
Tradisi ini merepresentasikan hubungan masyarakat adat, tidak hanya dengan dengan Sang Pencipta dan sesama manusia, tetapi juga kepada alam sebagai penopang kehidupan. (Aditya AJI/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya