Pengakuan Saksi Mata: Greta Thunberg Dipaksa Cium Bendera Israel oleh Tentara IDF

Ersin Celik seorang aktivis Turki mengklaim telah terjadi penyiksaan oleh tentara Israel ke Greta Thunberg.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 05 Oktober 2025, 12:34 WIB
Climate activist Greta Thunberg reportedly suffered ill-treatment by Israeli soldiers after being detained in the Gaza aid flotilla interception incident.

Liputan6.com, Gaza - Seorang aktivis Turki yang berada di atas Armada Global Sumud mengatakan bahwa pasukan Israel menyiksa aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, yang juga seorang peserta misi.

Ia menyebut, Greta disiksa dengan kejam oleh tentara Israel setelah kapal-kapalnya disita di perairan internasional.

Ersin Celik, yang termasuk di antara mereka yang ditahan dan tiba di Istanbul pada hari Sabtu (4/10/2025), mengatakan kepada CNN Turk bahwa tentara Israel memperlakukan Thunberg (22) dengan keji.

"Mereka (pasukan Israel) menyiksa Greta dengan kejam di depan mata kami," kata Celik.

"Mereka menganiayanya — Greta hanyalah seorang anak kecil. Mereka memaksanya merangkak dan memaksanya mencium bendera Israel. Mereka melakukan persis seperti yang pernah dilakukan Nazi."

"Mereka memamerkannya di depan umum. Dan karena dia adalah tokoh populer, mereka secara khusus menargetkannya."

Sebuah pesawat yang membawa para aktivis dari misi kemanusiaan, yang diserang dan ditahan oleh Israel di perairan internasional, mendarat di Bandara Istanbul pada Sabtu sore.

Pesawat yang berangkat dari Bandara Ramon di Eilat, Israel, tiba di bandara tersebut pukul 15.50 waktu setempat.

Sebanyak 137 orang dari armada kemanusiaan, termasuk 36 warga negara Turki dan 23 warga negara Malaysia, tiba dengan pesawat tersebut.

Tidak jelas apakah Thunberg telah dideportasi atau masih dalam tahanan Israel. Ia juga merupakan bagian dari Madleen, sebuah kapal yang berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui laut pada bulan Juni tetapi dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya