6 Oktober Diperingati sebagai Hari Apa? Yuk Cari Tahu!

Tahun ini, tanggal 6 Oktober jatuh pada hari Senin. Tanggal 6 Oktober ini setiap tahunnya diperingati dengan beragam momen penting di berbagai belahan dunia.

oleh Fatimah AzzahraDiperbarui 06 Oktober 2025, 07:30 WIB
Orangtua bersama anak-anak pengidap Celebral Palsy mengikuti kampanye peringatan World Cerebral Palsy Day atau Hari Cerebral Palsy Sedunia di area car free day, Kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (8/10/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Tahun ini, tanggal 6 Oktober jatuh pada hari Senin. Tanggal 6 Oktober ini setiap tahunnya diperingati dengan beragam momen penting di berbagai belahan dunia.

Salah satunya diperingati sebagai Hari Arsitektur Sedunia atau World Architecture Day. Peringatan yang menjadi ajang apresiasi terhadap peran arsitek dalam membangun ruang hidup yang berkelanjutan dan juga momen refleksi akan kontribusi arsitek bagi peradaban manusia.

Persatuan Arsitek Internasional (UIA) merancang Hari Arsitektur Sedunia pada tahun 1985. Hari Senin pertama di bulan Oktober dipilih karena bertepatan dengan Hari Habitat Sedunia.

Hal ini merupakan cara UIA untuk mengingatkan dunia akan tanggung jawab kolektifnya terhadap masa depan habitat manusia.

Selain itu, 6 Oktober juga diperingati sebagai Hari Cerebral Palsy Sedunia atau World Cerebral Palsy Day. Peringatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dunia tentang cerebral palsy, yaitu sebuah kondisi kesehatan yang mempengaruhi gerakan dan postur tubuh.

Hari Cerebral Palsy Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 6 Oktober merupakan inisiatif global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang cerebral palsy (CP) dan mengadvokasi hak-hak mereka yang terdampak.

Tidak kalah penting, UNESCO menetapkan tanggal ini sebagai International Geodiversity Day, yaitu hari khusus untuk merayakan keragaman geologi yang ada di bumi.

Geodiversity adalah Keanekaragaman geografis ada di sekitar kita. Semua bagian alam yang tidak hidup, termasuk segala sesuatu mulai dari mineral dan fosil, hingga tanah dan bentang alam spektakuler.

Berikut deretan perayaan yang diperingati setiap tanggal 6 Oktober dihimpun oleh Tim News Liputan6.com:

 

1. Hari Arsitektur Sedunia

Terletak di jantung Manhattan, Aman New York merupakan perpaduan sempurna antara kemewahan, ketenangan, dan desain arsitektur kelas dunia.

Setiap tahunnya pada tanggal 6 Oktober diperingati sebagai Hari Arsitektur Sedunia atau World Architecture Day, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran arsitektur dalam kehidupan.

Mengutip dari laman National Day Calender, Persatuan Arsitek Internasional (UIA) merancang Hari Arsitektur Sedunia pada tahun 1985. Hari Senin pertama di bulan Oktober dipilih karena bertepatan dengan Hari Habitat Sedunia.

Hal ini merupakan cara UIA untuk mengingatkan dunia akan tanggung jawab kolektifnya terhadap masa depan habitat manusia.

Hari ini digagas untuk merayakan dan mengapresiasi kontribusi penting arsitektur dalam membentuk masyarakat dan lingkungan. Setiap tahun, UIA memilih tema yang berbeda untuk menyoroti masalah-masalah penting yang dihadapi dunia, seperti respon terhadap krisis iklim, perumahan yang layak, dan desain perkotaan.

 

2. Hari Cerebral Palsy Sedunia

Orangtua bersama anak-anak pengidap Celebral Palsy mengikuti kampanye peringatan World Cerebral Palsy Day atau Hari Cerebral Palsy Sedunia di area car free day, Kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (8/10/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Setiap tahunnya, pada tanggal 6 Oktober dunia juga memperingati Hari Cerebral Palsy Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat t stakeholder terhadap Cerebral Palsy.

Hari Cerebral Palsy Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 6 Oktober merupakan inisiatif global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang cerebral palsy (CP) dan mengadvokasi hak-hak mereka yang terdampak.

Ditetapkan untuk menyoroti tantangan yang dihadapi oleh sekitar 1,8 juta orang yang hidup dengan CP di seluruh dunia, hari ini berfungsi sebagai wadah bagi individu, keluarga, dan organisasi untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan pemahaman.

Pada hari ini, berbagai organisasi Nasional dan Internasional berkumpul dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan penjangkauan, sesi, konferensi, lokakarya, dan acara sosial untuk mendidik masyarakat tentang resiko cerebral palsy dan cara mencegahnya.

Pada tahun 2012, Cerebral Palsy Alliance mendeklarasikan 6 Oktober sebagai Hari Cerebral Palsy Sedunia untuk mempertemukan para penyandang cerebral palsy (CP), teman, keluarga, dan organisasi mereka. Tujuannya juga untuk memastikan bahwa anak-anak dan orang dewasa dengan cerebral palsy memiliki hak, kesempatan, dan akses yang sama dengan semua orang di seluruh dunia.

Cerebral palsy adalah kondisi gangguan gerakan dan postur. Kondisi ini merupakan representasi dinamis dari keadaan statis. Pada cerebral palsy, perkembangan otak berbeda pada setiap anak.

Otak yang cedera akan memiliki ekspresi yang berbeda pada setiap anak. Beberapa anak mungkin mengalami gangguan mental, sementara yang lain mungkin tidak. Namun, intinya adalah gangguan gerakan dan postur tetap sama, namun bisa berat, sedang, atau ringan.

 

3. International Geodiversity Day

Kapal-kapal wisata berlayar di perairan Ha Long Bay, Provinsi Quang Ninh, Vietnam, Jumat (10/5/2019). Ha Long Bay terletak di Teluk Tonkin yang memiliki lebih dari 1.600 pulau. (Manan VATSYAYANA/AFP)

Peringatan yang tak kalah penting yang ada di tanggal 6 Oktober adalah peringatan International Geodiversity Day yang diresmikan oleh UNESCO. Hari Geodiversitas Internasional dicanangkan oleh UNESCO pada Konferensi Umum ke-41 tahun 2021.

Geodiversity adalah Keanekaragaman geografis ada di sekitar kita. Semua bagian alam yang tidak hidup, termasuk segala sesuatu mulai dari mineral dan fosil, hingga tanah dan bentang alam spektakuler.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia tentang pentingnya keanekaragaman geologi dan warisan geologi.

Hari ini juga menyoroti peran geodiversitas bagi kelangsungan hidup manusia, keberlanjutan, dan perlindungan warisan alam dunia, mendorong kerja sama ilmiah internasional di bidang geosains, menarik minat generasi muda untuk mengeksplorasi karier dalam ilmu geologi, terutama bagi perempuan di negara-negara berkembang.

Infografis Taman-Taman Ramah Anak di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya