Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 7 orang warga di Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan dilaporkan meninggal dunia. Mereka diduga menjadi korban aksi teror Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Menurut Tokoh Adat Papua, Musa Heluka, OPM awalnya diduga membunuh dua pendulang emas di Jalan Poros Kampung Bingki. Lallu membantai 3 warga di Kali Kulim Distrik Seradala dan 2 korban lainnya di Camp Ekskavator Kali 1 Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo.
Advertisement
“Aksi pembantaian dilakukan oleh OPM Kodap XVI Yahukimo ini, sangat melukai orang ssli Papua, mengingat 2 dari 7 korban yang ditemukan telah tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan, adalah penduduk asli Yahukimo,” tegas Heluka seperti dikutip dari keterangan diterima.
Heluka meyakini, hal itu menegaskan bahwa aksi OPM kini tidak hanya menyasar masyarakat pendatang, melainkan juga warga Papua sendiri yang sejatinya merupakan bagian dari tanah kelahiran mereka.
Kutuk Keras
Senada dengan Heluka, Ketua Dewan Adat Yahukimo, Yonas Wakerwa, mengutuk keras aksi biadab OPM, yang membantai 7 warga di wilayah adat Yahukimo Papua Pegunungan.
Dia menyatakan, pembantaian yang dikakukan OPM di Yahukimo Pegunungan Papua, menambah daftar panjang aksi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata tersebut, di tanah Papua.
“Ini bukan perjuangan, ini kebrutalan yang tidak beradab,” ungkap Wakerwa.
“Kalau OPM bilang berjuang untuk rakyat Papua, maka seharusnya melindungi rakyat, bukan membantai mereka. Perbuatan ini kejam,” pungkasnya.