Mendagri Tito Ungkap Peran Pemda dalam Sukseskan Program PSEL

Mendagri menjelaskan, saat sampah yang terkumpul dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemda perlu memastikan tersedianya lahan untuk alat insinerator sampah.

oleh nofie tessarDiterbitkan 03 Oktober 2025, 13:44 WIB
(Foto:Dok.Kemendagri)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung pelaksanaan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Menurutnya, kontribusi nyata Pemda bisa dimulai dengan penyediaan lahan tanpa biaya untuk pembangunan maupun operasional fasilitas tersebut.

“Yang paling utama adalah bagaimana membentuk collection system, mulai dari membuat bak-bak sampah di masyarakat, setelah itu dikoleksi dengan sistem transportasi dibawa sampai dengan TPA,” ujar Mendagri saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri dengan agenda Persiapan Implementasi PSEL di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Edukasi dan Penyediaan Lahan jadi Kunci

(Foto:Dok.Kemendagri)

Mendagri menjelaskan, saat sampah yang terkumpul dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemda perlu memastikan tersedianya lahan untuk alat insinerator sampah. Tidak hanya itu, Pemda juga diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai fungsi dan manfaat alat tersebut, agar kebijakan dapat diterima dengan baik.

Mendagri menyebut, PSEL merupakan peluang besar bagi daerah. Program ini tak hanya mengurangi jumlah sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat.

“Nah, sehingga ini adalah opportunity. Kami sampaikan kepada teman-teman kepala daerah opportunity yang diberikan pemerintah untuk diselesaikan,” imbuhnya.

Penugasan Dirjen untuk Kawal Program

(Foto:Dok.Kemendagri)

Guna memastikan implementasi berjalan lancar, Mendagri menegaskan bakal menugaskan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA serta Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Restuardy Daud. Keduanya akan mengawal langsung program PSEL dengan memperkuat kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup, terutama dalam memastikan kesiapan Pemda.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri juga menyinggung soal transformasi kebijakan pengelolaan sampah di Indonesia. Jika sebelumnya banyak pihak memakai strategi dari hilir ke hulu, kini pendekatannya diubah dari hulu ke hilir.

“Dengan berbasis hulu [ke hilir] ini sampah berkurang, sampai ke TPA itu sedikit,” tandasnya.

Hadirnya Para Menteri dan Wamen

(Foto:Dok.Kemendagri)

Rapat tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, serta pejabat kementerian/lembaga terkait lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya