Kurangi Screen Time, Lilin Mainan Bantu Dukung Perkembangan Anak

Screen time terlalu lama bisa memengaruhi perkembangan anak. Orangtua mesti kreatif dalam menghadirkan mainan yang mendukung perkembangan anak.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 03 Oktober 2025, 20:00 WIB
Ilustrasi bermain lilin mainan untuk kurangi screen time Photo by Julietta Watson on Unsplash

 

Liputan6.com, Jakarta Psikolog anak dan keluarga, Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog, mengingatkan orangtua untuk menghadirkan aktivitas bermain tanpa layar untuk anak. Seperti diketahui screen time terlalu lama bisa memengaruhi perkembangan anak.

“Bermain tanpa layar membantu anak memperkuat keterampilan motorik halus, menumbuhkan imajinasi, dan membangun kedekatan dengan keluarga. Orangtua bisa menciptakan rutinitas berkualitas dengan menyediakan aktivitas kreatif yang mendorong anak bereksplorasi tanpa layar,” kata Saskhya dalam keterangan tertulis.

Salah satu bentuk permainan tanpa layar yang terus direkomendasikan psikolog adalah hands-on play atau aktivitas menggunakan tangan seperti lilin menjadi contohnya.

Lewat kegiatan sederhana seperti meremas, menggulung, atau membentuk lilin, anak-anak melatih koordinasi motorik sekaligus menyalurkan kreativitas mereka.

Para ahli mencatat, permainan lilin tidak hanya memberi hiburan, tetapi juga mendukung keterampilan memecahkan masalah, melatih konsentrasi, dan menstimulasi imajinasi hal-hal yang sering luput saat anak terlalu lama menatap layar.

Keuntungan Bermain Lilin Mainan

Permainan imajinatif, seperti lilin mainan, memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak diantaranya

  • Motorik Halus: Gerakan mencubit, menarik, dan memotong melatih koordinasi tangan, berguna untuk menulis hingga aktivitas sehari-hari.
  • Kognitif : Anak belajar berimajinasi, berkreasi, dan menemukan solusi dari permainan bebas.
  • Sosial-Emosional :  Role-play atau permainan peran mengajarkan empati, komunikasi, dan kerja sama dengan orang lain.

Misalnya mengajak anak membuat lilin mainan bertema masak-masakan. Brand mainan lilin, seperti Play-Doh, menghadirkan playset bertema Jajanan Anak Indonesia mulai dari cilok, telur gulung, hingga es cendol. Sentuhan lokal ini membuat permainan terasa lebih dekat dengan keseharian dan memperkuat imajinasi anak.

 

Bahaya Screen Time Berlebihan

Ingin Anak Kurangi Screen Time? Dokter Tumbuh Kembang: Orangtua Nggak Boleh Mati Gaya, Harus Kreatif. Photo by Patricia Prudente on Unsplash.

Sebuah kajian tahun 2023 yang dipublikasikan di Cureus berjudul “Effects of Excessive Screen Time on Child Development: An Updated Review and Strategies for Management” memberi tahu mengenai dampak screen time berlebihan. Hal ini memengaruhi pada kemampuan bicara, bahasa, motorik, kognitif, hingga interaksi sosial.

Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut panduan durasi screen time pada anak:

  • Bayi di bawah 1 tahun: Tidak direkomendasikan screen time sama sekali.
  • Usia 1–2 tahun: Tidak dianjurkan screen time, kecuali untuk panggilan video dengan keluarga.
  • Usia 2–6 tahun: Maksimal 1 jam per hari.
  • Usia 6–12 tahun: Maksimal 1,5 jam per hari.
  • Usia 12–18 tahun: Maksimal 2 jam per hari.

Tujuannya adalah menjaga kesehatan fisik dan mental anak, serta memastikan waktu mereka lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang merangsang perkembangan motorik dan sosial.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya