Difabel Shop, Bukan Sekadar Usaha Ritel tapi Simbol Kemandirian Penyandang Disabilitas

Guna menciptakan wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas intelektual, seorang PNS di Jakarta mendirikan Difabel Shop.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 03 Oktober 2025, 12:35 WIB
Ilustrasi: Difabel Shop, Bukan Sekadar Usaha Ritel tapi Simbol Kemandirian Penyandang Disabilitas. Foto: Freepik.

Liputan6.com, Jakarta Penyandang disabilitas kerap hanya menjadi sasaran penerima bantuan dari berbagai pihak. Padahal, mereka juga memiliki potensi dan hak untuk bekerja secara mandiri jika diberi kesempatan yang sama.

Hal ini disadari oleh Sukarmi Ningsih, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Guna menciptakan wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas intelektual, ia mendirikan Difabel Shop. Ini adalah toko ritel atau swalayan yang berdiri di Jalan Mandor Hasan, Bambu Apus, Jakarta Timur.

Bagi Sukarmi, toko ini menjadi simbol kemandirian dan wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas untuk belajar mengelola usaha ritel modern. 

Selama lebih dari 25 tahun, Sukarmi menetap di lingkungan Bambu Apus dan aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Dengan kepeduliannya, Sukarmi menghadirkan Difabel Shop yang juga disebut Toko Mandiri Indogrosir (TMI) Difabel sebagai ruang usaha sekaligus sarana pembelajaran. Tujuannya, agar penyandang disabilitas tidak hanya dipandang sebagai penerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola usaha, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Hadirnya TMI Difabel bukan sekadar usaha ritel. Ini adalah simbol perjuangan. Saya ingin menunjukkan bahwa difabel juga bisa berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya menunggu bantuan, namun bisa berkarya, mengelola usaha, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sukarmi mengutip keterangan pers, Jumat (3/10/2025).

Upaya Pemprov DKI Dukung Penyandang Disabilitas

Difabel Shop, Bukan Sekadar Usaha Ritel tapi Simbol Kemandirian Penyandang Disabilitas. Foto: Difabel Shop.

Hingga kini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung terbukanya kesempatan bagi komunitas disabilitas untuk terus berkembang.

Hal ini terlihat dari beberapa upaya seperti adanya berbagai kebijakan ramah difabel. Mulai dari akses pekerjaan sebagai PNS, fasilitas umum yang inklusif, hingga inisiatif pemberdayaan ekonomi seperti TMI Difabel yang difasilitasi oleh Bank Jakarta.

TMI Difabel merupakan hasil sinergi antara Indogrosir sebagai penyedia model usaha ritel, komunitas difabel sebagai pengelola usaha, dan Bank Jakarta sebagai penyedia layanan perbankan.

Pihak-pihak ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Sukarmi, menjembatani mimpi kemandirian kelompok disabilitas dengan kenyataan yang dapat dirasakan.

“Terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang selalu hadir mendukung langkah menuju kemandirian,” ujar Sukarmi.

 

Kembangkan UMKM Inklusif

Sejalan dengan itu, Direktur Bisnis & Syariah Bank Jakarta, Dipo Nugroho, menegaskan tujuan perusahaan dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) inklusif.

“Bank Jakarta percaya bahwa pembangunan ekonomi harus bersifat inklusif. Dukungan kami terhadap TMI Difabel adalah bagian dari strategi keberlanjutan Bank Jakarta dalam memperluas akses layanan keuangan, sekaligus membangun ekosistem UMKM yang berkeadilan,” imbuhnya.

Difabel Shop juga difasilitasi sebagai Agen JakOne Abank yang dapat membantu masyarakat sekitar untuk melakukan berbagai transaksi perbankan, mulai dari setor tarik tunai, pembayaran tagihan, hingga pembelian pulsa dan top up saldo. Peran ini semakin memperkuat posisi Difabel Shop sebagai bagian dari inklusi keuangan digital sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan untuk tokonya.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi menambahkan “Melalui TMI Difabel, Bank Jakarta terus mengupayakan mengambil peran sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada layanan finansial, tetapi juga aktif mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok difabel, agar dapat tumbuh bersama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang maju, modern, dan berkeadilan,” tutupnya.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya