Rapuhnya Lini Tengah Liverpool: Duet Gravenberch-Mac Allister yang Mulai Terlupakan

Duo Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister yang dulu jadi kunci sukses Liverpool kini jarang tampil bersama, membuat lini tengah Arne Slot kehilangan keseimbangan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 03 Oktober 2025, 09:58 WIB
Pemain Liverpool, Alexis Mac Allister dilahirkan pada tanggal 24 Desember 1998 di Santa Rosa, Argentina. Sehari menjelang Natal tahun ini ia genap berusia 25 tahun. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool memulai musim ini dengan performa yang tidak seapik musim lalu. Meski hasil belum sepenuhnya mengecewakan, level permainan mereka dinilai menurun.

Salah satu faktor utama di balik penurunan ini adalah hilangnya konsistensi di lini tengah, terutama duet Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister yang musim lalu jadi fondasi sukses The Reds.

Musim lalu, keduanya tampil nyaris sempurna. Gravenberch bahkan diganjar penghargaan Pemain Muda Terbaik Premier League, sementara Mac Allister masuk nominasi Pemain Terbaik PFA. Namun kini, keduanya jarang turun bersama sejak Liverpool menutup musim 2024/25 dengan gelar juara.

Dalam enam bulan terakhir, duet ini hanya tampil bareng empat kali sejak kemenangan atas Tottenham Hotspur di akhir April. Total waktu mereka di lapangan bersama hanya 264 menit, setara kurang dari tiga laga penuh.


Masalah Fisik dan Inkonsistensi

Gelandang Liverpool asal Belanda Ryan Gravenberch berebut bola dengan gelandang Manchester City asal Inggris Grealish (kiri) dan gelandang Manchester City asal Brasil Savinho (kanan) selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut pada 1 Desember 2024.Adrian Dennis / AFP

Kendala utama datang dari kondisi fisik Mac Allister. Gelandang asal Argentina itu masih dalam pemulihan cedera lama yang ditangani lewat program pemulihan bertahap, bukan operasi.

Akibatnya, ia kesulitan mencapai kebugaran optimal. Penampilannya saat laga Liga Champions melawan Galatasaray pun menunjukkan performa yang jauh dari tajam.

Sementara itu, Gravenberch sempat absen di dua laga awal musim akibat izin khusus dan hukuman larangan bermain. Ketika tampil, ia pun sering digantikan lebih cepat dari biasanya, seperti saat ditarik keluar di menit ke-62 melawan Galatasaray, tercepat sejak Februari lalu.

Akibat ketidakhadiran duet ini, Arne Slot harus terus merotasi lini tengah, mengandalkan pemain seperti Dominik Szoboszlai dan Curtis Jones untuk mengisi kekosongan. Namun rotasi yang terlalu sering membuat lini tengah kehilangan kestabilan.


Dampak pada Struktur Tim

Skuad Liverpool merayakan gol Ryan Gravenberch (kedua dari kanan) di laga lawan Everton di pekan kelima Liga Inggris 2025/2026 di Anfield, sabtu (20/09/2025). (AP Photo/Rui Vieira)

Ketidakhadiran duet Gravenberch–Mac Allister juga memengaruhi performa pemain lain. Florian Wirtz, misalnya, kesulitan tampil optimal di peran nomor 10 karena tidak adanya konsistensi di belakangnya. Struktur permainan yang berubah-ubah membuat Liverpool belum menemukan ritme terbaiknya.

Slot menyadari pentingnya kestabilan lini tengah, dan duet ini menjadi kunci yang hilang. Namun dengan kondisi fisik Mac Allister dan tekanan dari pemain lain untuk merebut tempat utama, belum ada jaminan keduanya akan kembali tampil bersama secara reguler.

Jika Slot ingin mengembalikan performa solid Liverpool, ia harus menemukan cara agar Gravenberch dan Mac Allister kembali menjadi motor di lini tengah, sebelum The Reds kehilangan arah dalam persaingan papan atas.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya