Liputan6.com, Jakarta- Tim SAR gabungan masih terus berjibaku mencari korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren atau Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang ambruk pada Senin lalu. Hingga kini, diperkirakan lebih dari 50 orang masih tertimbun di bawah puing bangunan.
Salah satu korban yang belum ditemukan adalah Alvin Mutawakil Allalah (17), remaja asal Burneh, Bangkalan. Alvin diketahui merupakan cucu keponakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi.
Advertisement
Arifah sapaan Arifatul Choiri Fauzi, menyempatkan diri datang langsung ke posko SAR gabungan di lokasi ponpes, Kamis malam (2/10/2025), untuk memberi dukungan moril kepada keluarga. Dia mengaku masih berharap keajaiban.
"Iya, jatuhnya cucu keponakan. Tadi ketemu bapaknya dan masih berharaonbusa tertolong, tunggu mukjizat," kata Arifah.
Harap Tak Ada Lagi Ponpes Ambruk
Arifah menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya yang mendalam atas tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Dia menyempatkan diri berbincang langsung dengan beberapa keluarga korban.
"Kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi dan menguatkan keluarga-keluarga yang masih penuh harapan kondisi baik-baik saja," kata Arifah.
Meski dirundung duka, Arifah mengapresiasi ketabahan para orang tua yang tetap menggantungkan harapan pada mukjizat. Dia berharap ke depan tidak ada lagi peristiwa di Ponpes Al Khoziny tak pernah terjadi lagi di manapun.
"Mudah-mudahan ini menjadi catatan penting untuk kita semua. Pesantren harus memastikan hak-hak anak-anak tercukupi," katanya.
Dia menambahkan, setelah peristiwa ini santri harus diberi trauma healing agar mereka bisa kembali semangat belajar. Termasuk memastikan sarana dan prasarana ramah anak.
Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) pukul 14.40 WIB. Hingga kini, 59 orang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Selain terjebak, tercatat ada lima korban tewas dan puluhan orang luka-luka.