Liputan6.com, Jakarta - Nasib malang menimpa aktris Korea Selatan, Jeon Hye Bin, saat liburan di Bali. Pada Rabu, 1 Oktober 2025, ia mengunggah tangkapan layar peta Ubud, Bali, di media sosialnya, memperingatkan para penggemar.
"Kartu kredit saya dicuri di area ini dan uang sebesar 15 juta won (sekitar Rp 178 juta) telah dicuri. Harap berhati-hati, semua yang tinggal di Ubud dan yang berencana berkunjung dalam waktu dekat," tulisnya, seperti dirangkum dari KBIZoom, Kamis (2/10/2025).
Advertisement
Ia menekankan betapa cepatnya kejadian itu, dengan mengatakan, "Semuanya terjadi hanya dalam 10 menit setelah saya kehilangan kartu kredit saya."
Sehari sebelumnya, tepatnya pada 30 September 2025, sang aktris dengan gembira membagikan kabar terbaru dari liburan keluarganya, merayakan ulang tahun putranya, dan merayakan tahun ketiganya sebagai seorang ibu.
"Kami menikah di Ubud, dan kini kami kembali sebagai tiga orang. Hari ini adalah ulang tahun ketiga anak saya dan juga ulang tahun ketiga saya menjadi seorang ibu," tulisnya penuh haru.
Banjir Simpati
Momen yang seharusnya menyenangkan berubah jadi menegangkan akibat pencurian tidak terduga tersebut. Para penggemar mengungkap simpati dan dukungan mereka.
Mereka meninggalkan komentar, seperti "Pasti sangat menyedihkan," "Semoga masalah ini cepat terselesaikan," dan "Pengingat untuk tetap berhati-hati saat bepergian."
Kasus pencurian iyang menimpa turis asing tu bukan kejadian pertama di Bali. Akhir tahun lalu, seorang turis Australia memperingatkan calon pelancong yang akan berlibur ke Pulau Dewaya tentang modus penipuan yang marak terjadi. Ia mengunggah pengalamannya tentang "coin scam" di sebuah grup perjalanan lokal untuk warga Australia.
Unggahannya itu dipenuhi komentar banyak warga Australia yang berbagi cerita serupa. Perempuan itu menjelaskan bahwa sebuah keluarga yang bukan penduduk lokal Bali berkeliling meminta turis asing memperlihatkan uang mereka sambil berupaya mencuri dompet mereka.
Hampir Tertipu
"Pria itu menghampiri kami dan bertanya apakah kami tahu restoran Italia yang bagus untuk dikunjungi dan saya mencoba memikirkan yang ada di dekat hotel kami," tulis pelancong itu, dikutip dari news.com.au, 25 Desember 2024.
"Dia bertanya 'Apakah kamu bukan orang Indonesia?' (Kami terlihat jauh dari itu), dan saya berkata, 'Tidak, orang Australia,' kemudian dia menjabat tangan kami dan berkata, 'Apakah kamu punya koin dolar Australia' yang bisa dia lihat," sambungnya.
Mendengar pertanyaan itu, perempuan tersebut menolak permintaan si lelaki asing. "Kami tidak akan menunjukkan uang kami padamu, kawan. Kami telah mendengar tentang penipuanmu," tulisnya lagi.
Pria asing itu langsung pergi dengan gerombolannya, tanpa sempat ia rekam gambar mereka. Perempuan itu menyebutkan modus penipuan itu terjadi di sebuah mal di Badung, Bali.
Korban Pencurian
Pada 2023, seorang turis Singapura melampiaskan kekecewaannya saat berlibur di Bali bersama keluarga besarnya. Itu terjadi karena ia jadi korban pencurian, dengan kerugian mencapai tiga ribu dolar Singapura atau hampir Rp35 juta dalam bentuk uang tunai dan barang berharga lain, termasuk tas dan dompet.
Mengutip Strait Times, 6 Desember 2023, insiden itu bermula saat Redha Indra bersama keluarganya yang terdiri dari sembilan orang dewasa, termasuk dua lansia, serta tiga anak-anak, berlibur ke Bali. Mereka memesan vila empat kamar yang berada di Canggu dari 25 November 2023 hingga 2 Desember 2023.
Pada Kamis pagi, 30 November 2023, keluarga Redha yang baru terbangun mendapati sejumlah tas dan dompet terbuka di samping ruang makan. Ketika mengecek kondisi vila, mereka menemukan bahwa pintu geser di samping kolam renang di dalam vila tidak bisa terkunci.