Israel Cegat 13 Kapal Flotilla, Ada Greta Thunberg di Dalamnya

Dari 43 kapal, ada 13 armada yang dicegat oleh Israel.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 02 Oktober 2025, 13:23 WIB
Para aktivis Freedom Flotilla Coalition (FFC) berlayar dengan kapal Madleen menuju Gaza dari pelabuhan Catania, Italia, di Sisilia, Minggu (1/6/2025). (Dok. AP/Salvatore Cavalli)

Liputan6.com, Gaza - Israel mencegat sejumlah kapal dari Armada Global Sumud (Global Sumud Flotilla) yang berlayar menuju Jalur Gaza dengan membawa bantuan kemanusiaan.

Armada tersebut berupaya menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina, dikutip dari laman Washington Post, Kamis (2/10/2025).

Menurut penyelenggara, hingga Kamis dini hari waktu setempat, 13 dari 43 kapal yang tergabung dalam konvoi—berisi aktivis, pengacara, hingga anggota parlemen dari berbagai negara—telah dicegat.

Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya menyatakan lewat platform X bahwa beberapa kapal telah "dihentikan dengan aman," sementara penumpangnya, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, dibawa ke pelabuhan Israel. Sebuah video memperlihatkan Thunberg berdiri di dek salah satu kapal.

Dalam pernyataan lanjutan, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut pihaknya menawarkan jalur alternatif yang aman agar bantuan tetap bisa disalurkan ke Gaza.

Israel juga memperingatkan bahwa armada tersebut "mendekati zona pertempuran aktif dan melanggar blokade laut yang sah."

Sebaliknya, penyelenggara menilai tindakan Israel ilegal. Mereka menegaskan akan tetap melanjutkan misi untuk “menembus pengepungan.”

 

Sejumlah Aktivis Ditahan

Sejumlah relawan menyambut antusias kedatangan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang berangkat dari Spanyol di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunis, Tunisia, pada Minggu 7 September 2025. (AP Photo/Anis Mili)

Di Instagram, salah satu peserta menyebut sejumlah aktivis dari Spanyol, Italia, Amerika Serikat, hingga Turki ikut ditahan.

Langkah Israel memicu respons internasional. Wakil Perdana Menteri Irlandia, Simon Harris, menyebut laporan pencegatan itu "sangat memprihatinkan."“Ini adalah misi damai untuk menyoroti bencana kemanusiaan yang mengerikan,” tulis Harris di media sosial.

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang sebelumnya menggambarkan perang Gaza sebagai “genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” bereaksi keras setelah mengetahui dua perempuan asal Kolombia ikut ditahan. Ia bahkan mengusir delegasi diplomatik Israel dari negaranya.

Di sisi lain, militer Israel pada Rabu memperketat pengepungan di Kota Gaza. Otoritas militer menyatakan akan mencegah warga Palestina kembali ke wilayah utara jalur tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya