Napoli Sulit Dikalahkan di Kandang, Sporting 'Alergi' Italia

Napoli dan Sporting Lisbon kembali dipertemukan di ajang Liga Champions setelah lebih dari tiga dekade.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 01 Oktober 2025, 14:31 WIB
Selebrasi Billy Gilmour dalam laga Napoli vs Pisa di Serie A 2025/2026, Selasa (23/9/2025). (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta Napoli dan Sporting Lisbon kembali dipertemukan di ajang Liga Champions setelah lebih dari tiga dekade. Pertemuan mereka kali ini terjadi pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2025/2026. Laga yang digelar di Stadio Diego Armando Maradona tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 2 Oktober 2025, pukul 02.00 WIB.

Kedua tim terakhir berjumpa pada Piala UEFA musim 1989/1990. Saat itu, Napoli mampu melaju ke babak berikutnya usai menang adu penalti 4-3, setelah dua leg berakhir tanpa gol. Sejak saat itu, jalan keduanya di kancah Eropa tak pernah lagi berpotongan—hingga akhirnya dipertemukan kembali musim ini.

Napoli datang dengan catatan impresif menghadapi klub-klub asal Portugal. Dari 14 pertemuan, mereka hanya menelan dua kekalahan, meraih delapan kemenangan, dan empat kali imbang. Di kandang sendiri, catatan Napoli bahkan lebih kokoh karena tidak pernah kalah dari wakil Portugal.

Di sisi lain, Sporting membawa beban panjang saat menghadapi tim Italia. Klub berjuluk The Lions itu sudah 10 laga terakhir tanpa kemenangan melawan wakil Serie A. Catatan tandang mereka juga buruk: tak pernah menang dalam 17 lawatan ke Italia. Kondisi ini tentu menambah tantangan besar ketika mereka harus menghadapi Napoli di markasnya.


Napoli Sulit Dikalahkan di Kandang

Gelandang Napoli, Kevin De Bruyne merayakan gol penaltinya ke gawang AC Milan, Senin (29/9/2025) (AP Photo/Luca Bruno)

Bagi Napoli, musim ini menjadi penampilan kesembilan mereka di fase utama Liga Champions. Pencapaian terbaik diraih pada musim 2022/2023, saat mereka menembus perempat final. Musim lalu, mereka absen di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak 2009/2010.

Awal perjalanan Napoli musim ini tidak mulus. Pada matchday pertama, mereka takluk 0-2 dari Manchester City. Kekalahan itu semakin berat karena Giovanni Di Lorenzo diganjar kartu merah pada menit ke-21. Meski demikian, hasil tersebut hanyalah kekalahan keempat dari 19 pertandingan terakhir Napoli di fase grup Liga Champions.

Kekuatan kandang tetap menjadi senjata utama Napoli. Dari 30 pertandingan kandang mereka di Liga Champions, Napoli hanya kalah empat kali, menang 18, dan delapan lainnya berakhir imbang. Statistik ini memberi sinyal bahwa mereka akan sangat sulit ditaklukkan di Stadio Diego Armando Maradona.

Lanjut Baca:

Sporting Lisbon tampil di fase utama Liga Champions untuk ke-12 kalinya. Dari lima musim terakhir, mereka empat kali berhasil masuk ke kompetisi paling elite Eropa ini. Namun, performa mereka belum benar-benar konsisten. Musim lalu, Sporting menutup fase liga di posisi ke-23 dan tersingkir di babak play-off melawan Borussia Dortmund. Meski begitu, The Lions mengawali musim ini dengan hasil positif. Mereka menang 4-1 atas Kairat Almaty pada matchday pertama, sekaligus mencatat gol ke-99 mereka di kompetisi ini. Kemenangan tersebut memutus tren buruk tujuh laga tanpa kemenangan di Liga Champions. Di level Eropa, performa tandang Sporting sebenarnya cukup berimbang belakangan ini. Mereka hanya kalah tiga kali dari 10 pertandingan tandang terakhir (menang tiga, imbang empat). Akan tetapi, catatan mereka melawan tim Italia jelas menimbulkan kekhawatiran. Dengan belum pernah menang dari 17 laga tandang ke tanah Italia, laga melawan Napoli bisa menjadi ujian berat untuk mematahkan kutukan panjang tersebut. Sumber: UEFA.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya