Morris Capital Caplok Saham Mayoritas PIPA, Siap Suntik Aset Rp 3 Triliun

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) segera memiliki kendali baru setelah Morris Capital Indonesia dikonfirmasi akan menjadi pemegang saham mayoritas.

oleh Septian DenyDiterbitkan 01 Oktober 2025, 07:24 WIB
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pasar modal kembali diramaikan oleh aksi korporasi besar. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) segera memiliki kendali baru setelah Morris Capital Indonesia dikonfirmasi akan menjadi pemegang saham mayoritas.

Akuisisi ini tidak main-main, Morris Capital berkomitmen menyuntikkan aset senilai Rp 3 Triliun dan mengarahkan PIPA ke sektor bisnis yang lebih luas: utilitas dan infrastruktur.

Morris Capital Ambil Kendali Penuh

Morris Capital Indonesia dilaporkan akan mengakuisisi sekitar 57% (dengan potensi pergeseran ±10%) saham PIPA. Dengan porsi kepemilikan ini, sudah pasti PIPA akan memiliki pengendali baru.

“Proses akuisisi kini memasuki tahap akhir. Dilaporkan bahwa proses due diligence atau uji tuntas telah mencapai 95% tuntas dan ditargetkan akan selesai secepatnya dalam waktu dekat,” ujar Corporate Secretary PIPA, Imanuel Kevin Mayola, Rabu (1/10/2025).

Komitmen investasi Morris Capital terlihat dari rencana injeksi aset senilai Rp 3 Triliun. Investasi jumbo ini menjadi modal utama untuk mewujudkan visi bisnis barunya.

 

 

Arah Bisnis PIPA

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut pernyataan yang diterima, kepentingan Morris Capital dalam mengakuisisi PIPA adalah untuk mengembangkan bisnisnya dari hulu ke hilir, terutama yang terkait dengan utilitas Oil and Gas dan infrastruktur.

Sejalan dengan visi pengendali baru, arah bisnis PIPA ke depan akan mengalami perubahan signifikan. Fokus utama adalah pada diversifikasi produk dan ekspansi pasar, yang secara khusus ditujukan untuk mendukung kebutuhan sektor utilitas dan infrastruktur.

 

Jalinan Kerja Sama Strategis dengan Mitra Asing

Pialang memeriksa kacamata saat tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk menunjang langkah ekspansi dan diversifikasi produk tersebut, Morris Capital akan menggandeng partner strategis yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan bisnis PIPA.Langkah konkret sudah diambil.

PIPA telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa perusahaan asing. Kerjasama ini bertujuan untuk pengembangan bisnis, khususnya pada inovasi produk yang menyasar sektor utilitas dan infrastruktur.Salah satu fokus kerjasama adalah terkait produksi pipa HDPE (High-Density Polyethylene).

Meskipun rencana kerjasama ini masih berbentuk MoU, detail kontrak yang lebih matang akan segera disampaikan setelah finalisasi.Akuisisi ini menjadi babak baru bagi PIPA. Didukung oleh injeksi aset triliunan rupiah dan jalinan kerjasama internasional, PIPA di bawah kendali Morris Capital siap bertransformasi dan menancapkan kuku lebih dalam di sektor utilitas dan infrastruktur yang strategis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya