Liputan6.com, Jakarta - Microsoft tiba-tiba menyetop layanan cloud di Israel, disinyalir karena militer menggunakan penyimpanan data untuk menyimpan riwayat telepon warga Gaza.
Diwartakan CNBC, Selasa (30/9/2025), landasan pengambilan keputusan Microsoft berasal dari laporan berkas investigasi The Guardian pada Agustus yang menuding Unit 8200 Israel telah membangun sistem pelacak panggilan telepon warga Gaza.
Advertisement
“Ketika investigasi sedang berlangsung, kami menemukan sejumlah bukti mencakup informasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan konsumsi IMOD (kapasitas penyimpanan Azure) di Belanda,” beber Presiden dan Wakil Ketua Microsoft, Brad Smith, dalam sebuah email untuk karyawannya.
Melihat banyaknya bukti yang ada, ternyata itu saja belum cukup. Microsoft ternyata juga mendapat tekanan dari protes karyawan yang membludak, sehingga pada akhirnya muncul keputusan menghentikan layanan di Israel.
Walau tekanan dan laporan investigasi mendukung landasan dalam mengambil keputusan, sayangnya beberapa minggu terakhir, Microsoft telah memecat lima karyawan yang ikut protes di kantor pusat perusahaan di Redmond, Washington, AS.
Menurut informasi yang beredar, tindakan pemecatan ini berlangsung setelah satu minggu PBB mengatakan Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina dengan invasinya ke Gaza.
Paksa Microsoft Ambil Keputusan
PMengutip Gizmochina, tekanan ini memuncak saat seorang karyawan menginterupsi perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan. Ia secara terbuka menuduh para petinggi sebagai "pengejar keuntungan perang" yang tidak bermoral.
Di saat yang sama, laporan dari The Guardian memberikan detail spesifik. Mereka mengungkap dugaan keterlibatan badan intelijen Israel, Unit 8200, dalam penggunaan teknologi canggih tersebut.
Kombinasi dari dua tekanan inilah yang tampaknya berhasil memaksa Microsoft untuk bertindak. Mereka tidak bisa lagi mengabaikan tuntutan akuntabilitas yang datang dari dalam dan luar.
Kini, nasib kontrak kontroversial tersebut akan bergantung pada hasil penyelidikan, sebuah proses yang diawasi ketat oleh publik, media, dan juga karyawan mereka sendiri.
Pemberhentian Layanan
Mengutip CNBC, penghentian layanan data cloud ini terjadi ketika Microsoft memberitahu pejabat pertahanan Israel.
“Kami telah memutuskan untuk menonaktifkan penyimpanan berbasis cloud dan langganan AI yang digunakan badan militer tersebut,” ujar Smith.
Di sisi lain, meski penghentian layanan ini akan merugikan sektor finansial Microsoft, ternyata ada pertimbangan lain atas keputusan ini.
Menurut Brad Smith, “nilai bisnis yang telah tercapai saat ini hanya dapat dipertahankan dengan meyakinkan pelanggan bahwa perusahaan dapat mengandalkan layanan kami dengan kepercayaan yang kuat.”
Meski sekarang Israel tidak memiliki tempat untuk menyimpan aktivitas pemantauan panggilan telepon warga Gaza, laporan terbaru dari The Guardian menyatakan Unit 8200 berencana memigrasikan pasokan panggilan teleponnya ke layanan Web Amazon.