Liputan6.com, Jawa Barat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan melakukan penghematan belanjan setelah adanya penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
"Kita mencoba mengorkestrasi seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat agar tidak kehilangan spirit membangun. Karena kan ada alokasi dana transfer daerah yang untuk Kabupaten Kota itu mengalami penurunan sekitar Rp 2,7 triliun, dan untuk provinsi Rp 2,458 triliun," kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (30/9/2025).
Advertisement
Meski begitu, kata Dedi, anggaran belanja untuk pembangunan di Jawa Barat tidak akan berubah. Hal itu telah disepakati oleh pihak terkait di lingkungan pemerintah provinsi.
"Kalau yang kemarin pinggangnya dikencengin mungkin hari ini lehernya dikencengin. Nah, sehingga tadi disepakati anggaran pembangunan tidak berubah," ucap dia.
Dedi mengaku telah melakukan rapat secara internal bersama pihak terkait untuk membahas penurunan anggaran belanja.
Diantaranya adalah anggaran belanja penggunaan listrik, internet, serta air, di kantor-kantor pemerintahan di Jawa Barat.
"Yang mengalami penurunan adalah belanja barang dan jasa, belanja pemeliharaan gedung, belanja perjalanan dinas, belanja makan dan minum, kebutuhan transportasi, dan ada rencana pengaturan jumlah pegawai masuk kerja. Sebagian WFH," jelas dia.
Semuanya Akan Diatur
Dedi memastikan pada tahun 2026 mendatang pembangunan di Jawa Barat akan tetap berjalan meski mengalami penurunan anggaran belanja.
"Kita kehilangan snack, kehilangan kehilangan makan siang, kehilangan perjalanan dinas, kehilangan listrik di malam hari tidak boleh nyala kecuali di luar, kemudian kehilangan jam di mana AC dinyalakan, harus jam berapa, TV ditayangkan harus jam berapa, semuanya nanti akan diatur," ucap dia.
Sementara untuk penerapan WFH, kata Dedi, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu. Hal itu dilakukan guna mengurangi beban anggaran pemerintah.
"Nanti kita kaji dulu. Nanti lagi kita hitung. WFH-nya kapan, berapa pegawai yang harus bekerja di rumah untuk mengurangi beban anggaran pemerintah." kata Dedi.
Dana dari Pemerintah Pusat Mengalami Penurunan
Dedi mengakui dana transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan yang cukup signifikan sehingga perlu dilakukan penghematan.
Namun, dia menegaskan agar tetap mengedepankan kualitas pembangunan di Jawa Barat.
"Kalau daerah ada yang kehilangan Rp 300 juta, ada yang kehilangan Rp1 triliun, ada kehilangan Rp 600 juta, ya lumayan. Tetapi kita tidak kehilangan semangat, ya. Uang boleh berkurang, tetapi semangat membangun dan kualitas pembangunan serta kuantitasnya tidak akan pernah berubah," kata Dedi.