Upaya Penyelamatan Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Tertimbun Bangunan Ambruk, Korban Meninggal jadi 3

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan duka mendalam atas musibah runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menimpa para santri.

oleh Dian KurniawanDiterbitkan 30 September 2025, 13:51 WIB
Bangunan empat lantai Pondok Pesanteren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk, Senin (29/9/2025). (Liputan6.com/Dian)

Liputan6.com, Jakarta Tiga orang meninggal dunia usai musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk. Sebelumnya, tiga orang itu sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dua korban meninggal dunia di RSUD dr R.T. Notopuro Sidoarjo. Keduanya ialah Mochammad Mashudul Haq (14 tahun), warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya, dan Muhammad Soleh (22) asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Sementara satu korban meninggal di RSI Siti Hajar.

"Sementara jenazah Muhammad Soleh langsung diterbangkan ke Bangka Belitung," ujar Direktur Utama RSUD Sidoarjo, Atok Irawan, Selasa (30/9).

Korban Soleh Terhimpit Reruntuhan

Petugas penyelamat mencari korban selamat di antara reruntuhan salah satu bangunan di sebuah pondok pesantren, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin 29 September 2025 sore. (Juni Kriswanto/AFP)

Atok menyampaikan, Muhammad Soleh menjadi salah satu korban paling parah dalam peristiwa ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny.

"Pasien Soleh sempat mengalami himpitan di bagian bawah tubuh hingga harus dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Sidoarjo," ucapnya.

Akibatnya, Soleh harus menjalani amputasi di lokasi kejadian karena kondisi lukanya sangat berat dan demi menyelamatkan nyawa korban.

"Tim ortopedi dan anestesi melakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan," ujarnya.

Sosok Soleh

Alat berat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. (Juni Kriswanto/AFP)

Jenazah Soleh sudah diserahkan pihak rumah sakit ke perwakilan keluarga. Kakak korban, Akhmad, mengaku baru Selasa pagi tiba di RSUD Sidoarjo. "Saya baru datang pagi ini, baru dapat info 30 menit yang lalu saudara saya meninggal," ucapnya.

Soleh adalah santri Al Khoziny Buduran dan kuliah di kampus yang dikelola pesantren tersebut. Saat ini Soleh memasuki semester lima.

"Kami segera menerbangkan jeenazah Soleh ke Bangka," pungkasnya.

Gus Yahya Turut Berduka Cita

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan duka mendalam atas musibah runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menimpa para santri.

“Kepada para wali santri kita memohon diberikan ketabahan, kita berikan penghiburan dan kita yakinkan kepada semua untuk menerima musibah ini,” ujar Gus Yahya, Selasa (30/9/2025).

Ia menegaskan, musibah ini harus dimaknai sebagai bagian dari perhatian Allah SWT. Menurutnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, cobaan diberikan kepada hamba-hamba yang dicintai.

“Saya yakin ini adalah pertanda dari kasih Allah. Apa yang dialami para santri adalah karunia cobaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sebagai hamba dan sebagai penuntut ilmu," ucapnya.

"Apalagi saya dengar ada yang wafat, dan itu terjadi dalam keadaan baik di hari baik, di tengah amal baik berupa salat berjamaah,” imbuh Gus Yahya.

Gus Yahya menegaskan NU langsung bergerak cepat begitu kabar musibah sampai. Koordinasi dilakukan bersama PCNU, lembaga layanan kesehatan seperti RS Siti Hajar, hingga pesantren sekitar.

“Di elemen NU sudah organik ya, semua elemen langsung bergerak mengambil langkah-langkah koordinasi. Dari sejumlah pesantren terdekat juga langsung datang membawa bantuan,” ujarnya.

PBNU juga terus melakukan koordinasi terkait penanganan lanjutan, mulai dari proses pencarian korban, perawatan santri di rumah sakit, hingga kebutuhan wali santri yang saat ini menunggu di lokasi.

“Semua nanti akan kita duduk bersama-sama. Saya yakin dengan koordinasi yang tepat, insyaallah kita bisa melewati musibah ini dengan sabar, tabah, dan penuh ikhtiar,” ucap Gus Yahya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya