Banyak Kasus Keracunan, IDI Sarankan Quality Control MBG Dibuat Lebih Baik

IDI sebagai aliansi Organisasi Profesi Kesehatan siap membantu dan dilibatkan oleh pemerintah untuk mensukseskan program MBG terkait dengan quality control

oleh Lia HarahapDiterbitkan 29 September 2025, 20:55 WIB
Dapur Kebayunan mitra mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) mampu memproduksi 16.203 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengaku prihatin dengan rentetan kasus keracunan makan bergizi gratis di sejumlah daerah. Jumlah korban mencapai ribuan.

Pada dasarnya, IDI sangat mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas pemerintah. IDI menilai program tersebut baik karena bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat lndonesia.

"Guna menciptakan Sumber Daya Manusia {SDM} lndonesia yang berkualitas khususnya anak-anak,balita, ibu hamil dan ibu menyusui demi membangun fondasi generasi mendatang yang sehat,cerdas, dan tangguh," kata Ketua Umum PB IDI, dr Slamet Budiarto, dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (29/9/2025).

IDI Siap Bantu Sukseskan Program MBG

Namun demikian, pascainsiden keracunan yang belakangan banyak terjadi, IDI meminta ada perbaikan dari segi kualitas kontrol.

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dibuat quality control yang lebih baik untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan," katanya.

IDI, katanya, sebagai aliansi Organisasi Profesi Kesehatan siap membantu dan dilibatkan oleh pemerintah untuk mensukseskan program MBG terkait dengan quality control di 514 kota / kabupaten seluruh lndonesia.

IDI berharap ke depannya, program Makan Bergizi Gratis {MBG} perlu diperluas, khususnya untuk anak-anak, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

"Karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan dan mencukupi kebutuhan gizi," ujarnya.

Penjelasan Presiden

Presiden Prabowo Subianto menanggapi marak kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Indonesia. Dia menilai, kasus keracunan MBG ini hanya segelintir kekurangan dari program tersebut yakni 0,0017 persen.

“Sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat, 30 juta anak dan ibu hamil tiap hari menerima makanan. Bahwa ada kekurangan iya, ada keracunan makan iya, kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,0017 persen,” tutur Prabowo di Munas VI PKS, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Meski persentase kekurangan tersebut sangat kecil, Prabowo menyatakan tidak merasa puas. Hanya saja, dia melihat upaya tersebut menjadi bagian dari langkah besar yang belum pernah dilakukan dalam sejarah dunia.

“Brazil butuh 11 tahun untuk mencapai 47 juta penerima manfaat, presidennya cerita sama saya, mereka butuh 11 tahun, kita 11 bulan sudah 30 juta,” jelas dia.

“Ada kekurangan, ada, tapi manfaatnya sangat-sangat besar. Kita tidak bisa menduga, kita, mungkin PKS di daerah merasakan pasti, tapi banyak elite Indonesia tidak bisa menduga bahwa anak-anak kita, rakyat kita makan nasi pakai garam. Ini kita buktikan bahwa kita bisa memberi sesuatu, memberi bantuan, memberi apa yang mereka butuh,” sambungnya.

Prabowo menyatakan, MBG telah menjadi langkah strategis yang di luar ekspektasi. Dengan program tersebut, pemerintah dapat menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru di awal 2026.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya