Emiten UNIC Tebar Dividen Rp 215 per Saham, Catat Jadwalnya

Berikut pergerakan saham PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) usai umumkam pembagian dividen interim 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 September 2025, 19:22 WIB
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC), emiten yang bergerak di industri kimia akan membagikan dividen interim 2025 sebesar Rp 82,41 miliar.

Pembagian dividen interim 2025 itu setara Rp 215 per saham. Keputusan pembagian dividen interim ini telah disetujui dewan komisaris pada 26 September 2025.

Perseroan mempertimbangkan laporan keuangan per 30 Juni 2025 yakni laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 11,92 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 218,47 juta dan total ekuitas sebesar USD 302,68 juta.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2025 antara lain:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 7 Oktober 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Oktober 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 9 Oktober 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 10 Oktober 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 9 Oktober 2025 pukul 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 21 Oktober 2025

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 29 September 2025, harga saham UNIC naik 1,25% ke posisi Rp 8.100 per saham. Harga saham UNIC dibuka bertambah 50 poin ke posisi Rp 8.050. Saham UNIC berada di level tertinggi Rp 8.100 dan terendah Rp 7.900 per saham. Total frekuensi perdagangan 60 kali dengan volume perdagangan 140 saham. Nilai transaksi Rp 112,9 juta.

Penutupan IHSG pada 29 September 2025

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan saham Senin, (29/9/2025).Namun, kenaikan IHSG menjadi terbatas pada sesi kedua.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,30% ke posisi 8.123,24. Indeks LQ45 melemah 0,02% ke posisi 802,44. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.157,33 dan terendah 8.100. Sebanyak 392 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 289 saham melemah dan 117 saham diam di tempat.

 

Sektor Saham

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total frekuensi perdagangan 2.663.041 kali dengan volume perdagangan 50,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.669.

Dari 11 sektor saham, empat sektor saham memerah. Sektor saham teknologi terpangaks 2,74%, dan pimpin koreksi. Sektor saham eneri terpangkas 0,23%, sektor saham industri susut 0,39% dan sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,16%.

Sementara itu, sektor saham basic melompat 4,53%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer siklikal mendaki 1%, sektor saham kesehatan melesat 0,42%, sektor saham keuangan melejit 0,77%. Kemudian sektor saham infrastruktur menguat 1,11% dan sektor saham transportasi bertambah 0,07%.

Bursa Saham Asia Pasifik

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham regional Asia pada Senin sore ini yakni indeks Nikkei turun 310,99 poin atau 0,69% ke posisi 45.044.

Indeks Hang Seng bertambah 494,68 poin atau 1,89% ke posisi 26.622,88, indeks Shanghai naik 34,43 poin atai 0,90% ke posisi 3.862,53 dan indeks Strait Times mendaki 6,36 poin atau 0,15% ke posisi 4.272,34.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya