Liputan6.com, Jakarta - Galaxy dan Aluna melaju pelan di atas skuter, berdua, angin sore menyapu wajah mereka saat menuju toko. Sesampainya di sana, Aluna menatap langit sejenak, lalu menunduk dan berdoa dalam hati, "Semoga semua lancar hari ini, ya Allah..." Doanya tulus, berharap semoga doa yang ditulis di tangan Galaxy bisa benar-benar sampai ke langit.
Galaxy tersenyum, menatap tulisan di tangannya. "Gara-gara tulisan kamu ini, gue yakin hari ini bakal jadi hari keberuntungan gue," katanya mantap. Ia percaya, rezeki dan harapan akan datang bersamaan.
Advertisement
Di tempat lain, Ezra datang menjemput Felicia dengan mobil mewah pemberian Omar. Ia berdiri di depan mobil, menunggu dengan tenang.
Saat Felicia keluar dan melihat Ezra dengan penampilan barunya, dia sempat terpaku. Aura Ezra terasa berbeda—lebih dewasa, lebih memesona. “Kamu makin keren deh, Ez. Mobil ini cocok banget sama kamu. Kayaknya aura kamu naik dua level,” puji Felicia sambil tersenyum manja. Tak lupa, dia menambahkan satu kalimat yang membuat Ezra tersipu, “Dan, kamu makin ganteng.”
Aluna Bekerja di Taman
Sementara itu, Aluna sedang bekerja di taman mengenakan kostum maskot gula-gula miliknya. Ketika situasi mulai sepi, ia membuka topeng untuk sedikit bernapas lega. Tapi ternyata, ada seseorang yang memperhatikannya—Leta. Diam-diam, Leta merekam Aluna saat membuka topeng. “Jadi ini gula-gula yang asli?” gumam Leta dengan senyum licik. Ia berniat segera memberi tahu Ezra siapa sosok di balik kostum itu sebenarnya.
Selesai kerja, Aluna dan Galaxy pulang bersama. Di depan kontrakan, mereka bertemu dengan Ezra dan Felicia yang datang menghampiri. Di tengah obrolan, Aluna tanpa sengaja menjatuhkan sesuatu—kostum gula-gulanya. Ezra langsung kaget melihatnya. Matanya menatap tajam ke arah kostum itu. Felicia pun melirik Aluna dengan cemas. Ia khawatir, identitas rahasia Aluna sebagai "Gula-Gula" bakal terbongkar malam itu juga.
Namun belum selesai semua teka-teki terungkap, bahaya datang dari arah tak terduga. Omar diam-diam sudah menyuruh seseorang untuk mencelakai Aluna. Saat Aluna sedang berjalan sendirian, tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang ke arahnya, tanpa tanda peringatan…