Bek Manchester United Bongkar Borok Setan Merah: Bukan Taktik Ruben Amorim

Usai alami kekalahan ketiga dalam 6 pertandingan pertama Premier League, bek Manchester United Matthijs de Ligt buka suara. Menurutnya, kesalahan tim tak terletak pada pemilihan taktik sang pelatih.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 29 September 2025, 20:00 WIB
Bek Manchester United asal Belanda, Matthijs de Ligt. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bek Manchester United Matthijs de Ligt buka suara soal rentetan hasil buruk yang dialami Setan Merah. Baginya, kesalahan utama terletak pada pemain Setan Merah dan bukan pada sang pelatih Ruben Amorim.

"Tentu saja, maksud saya selalu mudah untuk menyalahkan manajer, tetapi pada akhirnya para pemain di lapangan harus melakukannya (instruksi pelatih)," ujar De Ligt usai kekalahan kontra Brentford, Sabtu (27/9/2025).

Tumbangnya Setan Merah dari Brentford membuat mereka kini mengoleksi 3 kekalahan dalam 6 pertandingan pembuka Premier League. Mereka kini terjerembab di peringkat ke-14 dengan baru mengumpulkan 7 poin.

Meski sorotan mata banyak tertuju pada pemilihan taktik yang dipakai oleh Ruben Amorim, De Ligt menilai sistem yang diterapkan sang pelatih sudah tepat. Masalahnya, kurangnya fokus dan konsentrasi pemainlah yang membuat taktik tak maksimal.

Manchester United sendiri musim ini tak tampil pada pentas Eropa. Selain itu, mereka juga telah tereliminasi dari gelaran Piala Liga Inggris dan kini hanya mengikuti Premier League serta Piala FA.


Kesalahan Bukan pada Sistem Permainan

Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan Premier League antara Manchester United dan Burnley di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu (30/8/2025). (Martin Rickett/PA via AP)

Menurut De Ligt, apa yang Ruben Amorim instruksikan kepada para pemain sudah sangat jelas. Meski begitu, ia mengakui bahwa skuad Setan Merah lah yang membuat MU mesti menerima rentetan tren negatif sejak musim lalu.

"Kita tidak bisa mengatakan gol yang kita kebobolan, atau peluang yang kita kebobolan disebabkan oleh apa. Entahlah, kalian selalu bicara tentang sistem," tutur De Ligt. "Itu juga sangat berkaitan dengan fokus dan konsentrasi. Jika hal itu kurang di saat-saat penting, itu akan membuat perbedaan."

Setan Merah sejauh ini baru dapat mengumpulkan dua kemenangan di Premier League. Mereka bahkan mesti menahan malu usai disingkirkan oleh tim kasta ke-4 Inggris, Grimsby Town pada laga Piala Liga, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB.


Perlu Lebih Konsisten

Potret Ruben Amorim dan para pemain Manchester United usai dikalahkan Manchester City dengan skor 3-0 pada laga Premier League musim 2025/2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Sebelum kalah melawan Brentford, Setan Merah mencicipi kemenangan krusial kala menghadapi Chelsea, Sabtu (20/9/2025). Masalahnya, mereka dilumat rival sekota Manchester City dengan skor 0-3 sepekan sebelumnya (14/9/2025).

"Kami kalah melawan Manchester City, kami menang melawan Chelsea. Jadi untuk pertandingan berikutnya, kami harus menganalisa apa yang salah dalam pertandingan karena banyak hal yang salah," jelas De Ligt.

Lanjut Baca:

"Kami kurang beruntung di momen-momen krusial ketika kami membuat keputusan yang salah. Itu membuat perbedaan besar dalam sepak bola. Kami juga kurang beruntung dengan beberapa peluang, tetapi secara keseluruhan, itu tidak cukup baik," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya