Korban Tewas Akibat Berdesakan di Kampanye Politik India Bertambah Jadi 40 Orang

Tokoh yang sedang berkampanye ternyata aktor terkenal asal India. Siapa dia?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 29 September 2025, 11:22 WIB
Antrean warga Nepal untuk vaksinasi covid-19 di sebuah rumah sakit di Kathmandu, Rabu (19/1/2022). Nepal, penyangga alami antara Cina dan India, telah melakukan vaksinasi ganda terhadap 39,9 persen dari 30 juta penduduknya dalam kampanye yang dimulai awal tahun lalu. (AP Photo/Niranjan Shrestha)

Liputan6.com, New Delhi - Sedikitnya 40 orang tewas dalam insiden desak-desakan saat rapat umum politik di negara bagian Tamil Nadu, India selatan, pada Sabtu (27/9/2025).

Puluhan ribu orang hadir dalam kampanye yang digelar untuk Vijay, aktor ternama yang kini berkarier sebagai politisi, di distrik Karur. Kerumunan yang membludak membuat situasi tidak terkendali dan menimbulkan tragedi.

Kepala Menteri Tamil Nadu, MK Stalin, mengatakan para korban terdiri dari sembilan anak-anak, 17 perempuan, dan 13 laki-laki. Selain itu, 51 orang masih dirawat di rumah sakit, dikutip dari laman BBC, Senin (29/9).

Polisi telah menjerat tiga anggota senior partai TVK, partai yang dipimpin Vijay, dengan dugaan pembunuhan dan kelalaian. Kepala Polisi Tamil Nadu, V. Selvaraj, menjelaskan bahwa penyelenggara awalnya hanya mendapat izin untuk 10.000 orang, namun jumlah massa yang datang lebih dari dua kali lipat.

Insiden terjadi ketika Vijay sedang berpidato. Dorongan massa yang tiba-tiba memaksanya menghentikan acara. Media lokal melaporkan pidato tersebut baru dilanjutkan beberapa jam kemudian. Rekaman televisi memperlihatkan sejumlah orang jatuh pingsan di tengah kerumunan.

Pemerintah negara bagian menjanjikan kompensasi sebesar satu juta rupee (sekitar Rp180 juta) untuk keluarga korban. Selain itu, otoritas juga akan melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut.

 

Pengakuan Saksi Mata

Ilustrasi bendera India (AFP Photo)

Seorang saksi di luar rumah sakit mengatakan dua keponakannya ikut hadir dalam kampanye.

“Anak yang sulung meninggal, yang bungsu masih hilang. Sementara kakak ipar saya kini di ICU. Apa yang harus saya lakukan?” ujarnya pilu kepada kantor berita ANI.

Vijay menyampaikan duka citanya lewat pernyataan resmi. Ia mengaku “hancur” dan merasakan “rasa sakit yang tak tertahankan”. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta mendoakan kesembuhan cepat bagi para korban luka.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut mengungkapkan kesedihan atas insiden ini. Dalam unggahan di X, ia menyebut tragedi tersebut “sangat menyedihkan dan disayangkan”.

Kecelakaan akibat desak-desakan bukan hal asing di India. Tahun ini saja, sejumlah peristiwa serupa terjadi, termasuk saat festival Hindu Kumbh Mela dan di luar stadion kriket, yang menelan banyak korban jiwa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya