Liputan6.com, Jakarta Pelatih Xabi Alonso memberikan reaksi yang jujur dan terus terang setelah Real Madrid dibantai oleh rival sekota, Atletico Madrid. Ia menolak keras mencari kambing hitam dan mengakui bahwa timnya pantas menelan kekalahan perdana tersebut.
Dalam laga derbi yang digelar di Riyadh Air Metropolitano, Sabtu (28/9/2025), Los Blancos harus takluk dengan skor telak 2-5. Hasil ini otomatis menjadi kekalahan perdana mereka selama musim 2025/2026 berjalan.
Advertisement
Rekor 100 persen kemenangan Madrid harus hancur dengan cara yang sangat menyakitkan dan memalukan. Setelah sempat membalikkan keadaan, mereka justru kolaps total dan membiarkan Atletico mencetak empat gol balasan.
Menurut Alonso, kekalahan yang terjadi ini murni disebabkan karena performa timnya yang tampil jauh di bawah standar. Ia secara spesifik menunjuk kurangnya intensitas serta fokus sebagai biang kerok utama dari hasil buruk tersebut.
Pengakuan Tanpa Basa-Basi
Xabi Alonso tidak berupaya sedikit pun untuk menutupi fakta bahwa timnya bermain sangat buruk. Ia secara terbuka mengakui bahwa Real Madrid tidak tampil baik, baik secara kolektif maupun individu.
Menurutnya, kekalahan telak ini adalah sebuah kenyataan pahit yang merupakan bagian dari proses pembangunan kembali tim. Ia menegaskan bahwa hasil memalukan ini akan menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi masa depan.
"Itu adalah pertandingan yang buruk, kami tidak memulai dengan baik dan tidak bermain baik secara kolektif," ujarnya. Ia melanjutkan bahwa performa tim buruk dari segi kualitas permainan, baik saat membawa maupun tanpa bola.
"Kami berada dalam fase pembangunan kembali tim ini, hari ini adalah kekalahan pertama dan ini akan terus berlanjut," kata Alonso terkait masa depan timnya.
Bela Keputusan Mainkan Bellingham
Ketika ditanya mengenai kekhawatiran terbesarnya di pertandingan tersebut, Alonso menjawab dengan sangat lugas dan spesifik. Ia merasa bahwa timnya gagal menunjukkan level permainan yang seharusnya untuk sebuah laga derbi.
Secara khusus ia menunjuk kurangnya intensitas dan fokus sebagai dua masalah utama yang harus segera diperbaiki. Menurutnya, Madrid tidak cukup kompetitif untuk bisa mengimbangi permainan agresif yang ditunjukkan Atletico.